Sosok Pri Agung Rakhmanto, Akademisi dan Penggerak Reformasi Minerba

Dunia energi dan pertambangan Indonesia kembali menyoroti sosok yang konsisten mendorong reformasi tata kelola sumber daya alam. Pri Agung Rakhmanto, seorang akademisi sekaligus praktisi kebijakan ene...

Sosok Pri Agung Rakhmanto, Akademisi dan Penggerak Reformasi Minerba

Dunia energi dan pertambangan Indonesia kembali menyoroti sosok yang konsisten mendorong reformasi tata kelola sumber daya alam. Pri Agung Rakhmanto, seorang akademisi sekaligus praktisi kebijakan energi, menempati posisi strategis yang menjembatani dunia kampus dan industri. Dengan rekam jejak sebagai pengajar di Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti serta pendiri lembaga pemikir ReforMiner Institute, ia menjadi figur sentral dalam diskursus kebijakan minerba nasional.

Jejak di ReforMiner Institute

Sebagai Founder & Advisor ReforMiner Institute, Pri Agung Rakhmanto tidak hanya membangun sebuah lembaga riset, tetapi juga menciptakan wadah advokasi berbasis data. ReforMiner Institute, yang fokus pada reformasi sektor mineral dan pertambangan, telah menjadi rujukan penting bagi pemerintah, parlemen, dan pelaku industri. Lembaga ini rutin menghasilkan kajian independen yang membedah regulasi, dampak ekonomi, hingga aspek keberlanjutan dari kebijakan minerba. Di bawah arahannya, institut ini menonjol karena pendekatan lintas disiplin yang memadukan teknis geologi, ekonomi, hukum, dan sosial.

Peran Pri di ReforMiner bukan sekadar seremonial. Ia aktif menyusun rekomendasi, mengawal diskusi publik, dan memastikan setiap analisis berakar pada data primer. Keberaniannya menyuarakan perlunya transparansi tata kelola menjadi ciri khas yang membuat lembaga ini disegani. Dalam berbagai forum, ia menekankan bahwa reformasi tidak boleh berhenti pada revisi undang-undang, melainkan harus menyentuh praktik di lapangan—mulai dari perizinan, pengawasan, hingga distribusi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar tambang.

Kiprah Akademis di FTKE Universitas Trisakti

Di Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi (FTKE) Universitas Trisakti, sosok Pri Agung Rakhmanto dikenal sebagai pengajar yang menghidupkan ruang kuliah dengan studi kasus nyata. Mahasiswanya tidak hanya mendapat teori dasar teknik perminyakan atau kebijakan energi, tetapi juga dihadapkan pada kompleksitas sektor migas dan tambang Indonesia. Ia membawa pengalaman lapangan dan wawasan regulasi ke dalam silabus, menjembatani kesenjangan antara kurikulum akademik dan kebutuhan industri. Pendekatan ini menghasilkan lulusan yang lebih siap menghadapi dinamika sektor energi yang berubah cepat.

Keberadaan Pri di FTKE juga memperkuat sinergi antara kampus dan institusi kebijakan. Mahasiswa berkesempatan terlibat dalam riset kolaboratif, magang di lembaga terkait, hingga mengakses data primer dari proyek-proyek konsultasi. Dampaknya, FTKE semakin diperhitungkan sebagai salah satu pusat unggulan studi kebumian nasional. Pri sendiri kerap menekankan bahwa pengembangan sumber daya manusia adalah kunci bagi kemandirian energi bangsa. Ia percaya bahwa investasi pada pendidikan tinggi adalah fondasi jangka panjang untuk menciptakan tenaga ahli yang mampu mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.

Pemikiran Strategis dan Visi Reformasi

Secara konsisten, Pri menyuarakan bahwa tata kelola minerba Indonesia memerlukan perombakan fundamental. Ia mengkritisi ketidakpastian regulasi yang dinilai menghambat investasi sekaligus merugikan kepentingan nasional. Dalam berbagai tulisannya, ia menyebutkan bahwa digitalisasi sistem perizinan, penguatan pengawasan partisipatif, dan insentif bagi hilirisasi bening harus menjadi prioritas. Pemikirannya sering menjadi acuan dalam penyusunan naskah akademik rancangan peraturan di tingkat kementerian.

Ia juga dikenal sebagai advokat keseimbangan antara aspek ekonomi dan lingkungan. Baginya, eksploitasi sumber daya mineral harus sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. ReforMiner Institute di bawah bimbingannya aktif menerbitkan peta jalan dekarbonisasi sektor pertambangan yang realistis, tidak sekadar normatif. Keterlibatannya dalam dialog tripartit—pemerintah, industri, masyarakat sipil—mencerminkan komitmen untuk membuka ruang partisipasi yang lebih luas.

Kontribusi bagi Kebijakan Energi Nasional

Di luar dunia kampus dan lembaga riset, Pri Agung Rakhmanto sering digandeng sebagai narasumber dalam penyusunan kebijakan energi strategis. Penguasaannya terhadap data cadangan, teknologi eksplorasi, dan dinamika pasar global membuat masukan-masukannya berbobot. Ia turut mengadvokasi diversifikasi energi dan efisiensi di sektor migas yang terus menjadi tumpuan utama pendapatan negara. Gagasan tentang pengelolaan dana abadi pertambangan (mining sovereign wealth fund) yang ia lontarkan beberapa waktu lalu mendapat perhatian serius dari kalangan pengamat ekonomi.

Pada saat yang sama, ia tidak menutup mata terhadap risiko transisi energi terhadap ketahanan fiskal daerah penghasil tambang. Paper-papernya sering menyoroti perlunya mekanisme kompensasi yang adil bagi daerah yang terdampak peralihan ke energi bersih. Dengan demikian, pemikirannya merangkum kompleksitas transisi energi yang harus dikelola secara hati-hati agar tidak menimbulkan korban baru di tingkat lokal.

Penutup: Figur Penghubung dan Penggerak

Keberadaan Pri Agung Rakhmanto di persimpangan akademik, advokasi, dan kebijakan menjadikannya aset strategis bagi bangsa. Ia membuktikan bahwa intelektual publik bisa berperan konkret dengan membangun jembatan antara teori dan praktik. Kiprahnya di FTKE Universitas Trisakti dan ReforMiner Institute bukan hanya tentang meniti karir, melainkan tentang menciptakan warisan sistemik yang memperkuat tata kelola sumber daya alam Indonesia.

Dalam era ketika kepercayaan publik terhadap pengelolaan tambang sering terdegradasi, suara seperti yang dibawakan Pri menjadi penyeimbang. Ia mengisi ruang diskursus dengan argumen berbasis bukti dan analisis yang tajam, tanpa terjebak pada keberpihakan sempit. Itulah sebabnya, di banyak forum internasional, namanya mulai disebut sebagai salah satu rujukan mengenai tantangan kebijakan sumber daya di negara berkembang. Dengan jejak yang terus bertambah, publik menanti kontribusi selanjutnya dari figur yang telah lama menjadi pendorong reformasi minerba ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User