Oct 14, 2026
factcheck

Rosan Beberkan Tahapan Modal PFII dari Danantara

Pengumuman Resmi dari PemerintahPemerintah secara resmi mengumumkan skema permodalan bertahap untuk Pusat Finansial Islam Indonesia (PFII) yang akan digulirkan melalui Danantara. Pengumuman ini disamp...

Rosan Beberkan Tahapan Modal PFII dari Danantara

Pengumuman Resmi dari Pemerintah

Pemerintah secara resmi mengumumkan skema permodalan bertahap untuk Pusat Finansial Islam Indonesia (PFII) yang akan digulirkan melalui Danantara. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Rosan, dalam sebuah forum ekonomi di Jakarta. Dalam paparannya, Rosan menegaskan bahwa proyek nasional ini akan menjadi pilar utama dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat keuangan global.

Rincian Skema Permodalan

Danantara akan menyalurkan dana secara bertahap dalam empat fase utama. Fase pertama akan dimulai pada tahun depan, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur fisik dan digital di kawasan strategis yang telah ditentukan. Fase kedua akan dialokasikan untuk penguatan regulasi dan pengembangan sumber daya manusia melalui program pelatihan dan sertifikasi internasional di bidang keuangan syariah.

Fase ketiga akan menjadi momen penting, di mana PFII diharapkan sudah bisa mulai menarik minat investor global melalui penawaran produk-produk keuangan inovatif. Terakhir, fase keempat akan difokuskan pada ekspansi dan branding global, sehingga PFII bisa bersaing dengan pusat keuangan mapan seperti London, Dubai, dan Hong Kong. Total investasi diperkirakan mencapai puluhan triliun rupiah, namun angka pastinya masih dirahasiakan.

Kemitraan dengan Ahli DIFC Dubai

Untuk mempercepat terwujudnya standar global, pemerintah mengundang mantan anggota tim Dubai International Financial Centre (DIFC) untuk terlibat langsung dalam perancangan PFII. Mereka adalah para profesional yang telah terbukti berhasil membangun DIFC menjadi pusat keuangan syariah dan konvensional yang disegani dunia. Kehadiran mereka diharapkan bisa memperkuat fondasi regulasi, teknologi, dan tata kelola PFII.

Kolaborasi ini mencakup transfer pengetahuan dan best practice yang telah teruji di DIFC. Menurut Rosan, langkah ini bukan hanya tentang meniru, melainkan mengadaptasi formula sukses dengan penyesuaian lokal. "Kami tidak membangun dari nol. Kami belajar dari pengalaman mereka, dan menggabungkannya dengan keunggulan pasar domestik," ujar Rosan. Tim ini sudah mulai bekerja dan ditargetkan bisa merampungkan blueprint dalam waktu enam bulan ke depan.

Prospek Ekonomi dan Dampak Nasional

Proyek PFII diproyeksikan akan menciptakan lapangan kerja bagi ribuan profesional muda dan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi berbasis syariah. Dengan dukungan Danantara, pemerintah yakin PFII bisa menjadi hub utama yang menghubungkan pasar keuangan ASEAN, Timur Tengah, dan Afrika. Selain itu, penguatan sektor keuangan syariah diharapkan mampu meningkatkan inklusi keuangan di dalam negeri.

Sejumlah ekonom menyambut positif rencana ini, namun mengingatkan pentingnya konsistensi kebijakan dan kepastian hukum. Pemerintah diminta untuk segera menggarap undang-undang pendukung dan menerbitkan regulasi yang jelas soal insentif bagi investor. Rosan mengakui bahwa pihaknya sudah menyiapkan paket kebijakan ekonomi khusus untuk mendukung PFII, termasuk pembebasan pajak untuk beberapa kategori investasi.

Tantangan dan Strategi Jangka Panjang

Meski memiliki potensi besar, perjalanan menuju pusat keuangan global bukan tanpa rintangan. Persaingan dengan pusat keuangan yang sudah mapan, seperti Singapura dan Dubai, menjadi tantangan utama. Untuk itu, PFII dirancang dengan keunggulan kompetitif di sektor keuangan syariah, yang belum banyak digarap oleh negara lain secara serius. Indonesia memiliki modal besar sebagai negara dengan populasi muslim terbesar dan tradisi filantropi Islam yang kuat.

Pemerintah berencana mengintegrasikan teknologi blockchain dan fintech syariah ke dalam ekosistem PFII, agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Rosan menyebut bahwa generasi milenial dan Gen Z adalah target utama pengguna jasa keuangan syariah di masa depan. Oleh karena itu, transformasi digital menjadi salah satu prioritas dalam roadmap PFII.

Terakhir, Rosan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung proyek ini sebagai warisan bagi generasi mendatang. "Ini bukan proyek pemerintah semata, ini adalah proyek kebangsaan yang harus kita jaga bersama," tutupnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User