Prabowo dan PM Singapura Bahas Kerja Sama Strategis di Leaders Retreat 2026
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menggelar pertemuan Leaders’ Retreat 2026 di Istana Negara, Jakarta, pada Sabtu, 5 Juli 2026. Pertemuan tahunan ini membahas penguatan kerja sama strategis dan percepatan sejumlah proyek bilateral utama. Kedua pemimpin menegaskan komitmen untuk membawa hubungan kedua negara ke tingkat yang lebih tinggi.
Agenda Utama: Digital, Energi Hijau, dan Pangan
Dalam pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar dua jam, Prabowo dan Wong membahas tiga pilar prioritas: ekonomi digital, transisi energi hijau, dan ketahanan pangan. Keduanya menyambut baik progres perjanjian kerja sama energi terbarukan lintas batas yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.
Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas minat investasi Singapura di sektor hilirisasi sumber daya alam Indonesia. Ia menekankan pentingnya kemitraan setara yang memberikan manfaat nyata bagi rakyat kedua negara.
“Investasi Singapura di Indonesia terus meningkat, dan kami ingin memastikan proyek ini menciptakan lapangan kerja serta transfer teknologi,” ujar Presiden Prabowo dalam konferensi pers bersama.
PM Wong, di sisi lain, menyoroti potensi kolaborasi di sektor kecerdasan buatan dan semikonduktor. Ia mengumumkan rencana pembentukan pusat riset bersama di Batam yang akan melibatkan universitas dan pelaku industri dari kedua negara.
Proyek Kendal dan Kereta Cepat Jadi Sorotan
Salah satu hasil konkret pertemuan adalah komitmen mempercepat pengembangan Kendal Industrial Park tahap kedua. Kawasan industri yang berlokasi di Jawa Tengah itu akan diperluas hingga 1.000 hektare dengan target investasi baru senilai SGD 2 miliar dalam tiga tahun ke depan.
Kedua pemimpin juga membahas kelanjutan proyek kereta cepat Surabaya yang melibatkan konsorsium Singapura. Studi kelayakan tahap akhir dijadwalkan rampung pada akhir 2026, dengan konstruksi ditargetkan dimulai tahun berikutnya.
Di bidang pangan, disepakati kerja sama riset pertanian presisi untuk komoditas strategis seperti beras dan unggas. Singapura akan mendukung pengembangan teknologi pertanian modern di lahan percontohan di Kalimantan dan Sumatera.
Pertemuan Leaders’ Retreat 2026 ini menandai 60 tahun hubungan diplomatik Singapura. Kedua negara berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh perjanjian yang tertunda sebelum akhir tahun, termasuk perjanjian ekstradisi dan kerja sama pertahanan yang telah dinegosiasikan sejak era sebelumnya.
Comments (0)