Pertamina Perkuat Komitmen HSSE Lewat Jambore Perdana di Palembang

PALEMBANG — PT Pertamina (Persero) menggelar Jambore Health, Safety, Security and Environment (HSSE) pertama pada tahun 2026, bertempat di HSE Training Center kawasan Sungai Gerong, Palembang. Kegia...

Pertamina Perkuat Komitmen HSSE Lewat Jambore Perdana di Palembang

PALEMBANG — PT Pertamina (Persero) menggelar Jambore Health, Safety, Security and Environment (HSSE) pertama pada tahun 2026, bertempat di HSE Training Center kawasan Sungai Gerong, Palembang. Kegiatan berskala nasional ini menjadi ajang konsolidasi dan penguatan budaya keselamatan kerja di seluruh lini bisnis perusahaan energi pelat merah tersebut.

Acara yang berlangsung selama tiga hari itu dihadiri oleh jajaran direksi, manajer HSSE dari berbagai unit operasi, mitra kerja, serta para ahli keselamatan dari dalam dan luar negeri. Jambore ini mengusung semangat kolaborasi untuk memastikan setiap pekerja Pertamina dan kontraktor terlibat aktif dalam menjaga standar keselamatan tertinggi.

Menanamkan Nilai HSSE sebagai DNA Perusahaan

Vice President HSSE Pertamina, dalam sambutannya, menekankan bahwa aspek keselamatan, kesehatan, keamanan, dan lingkungan bukan sekadar kepatuhan regulatif, melainkan harus menjadi bagian dari identitas setiap insan Pertamina. “Kami ingin HSSE bukan hanya dokumen atau prosedur di atas kertas. Ia harus menjadi cara berpikir dan bertindak setiap orang, dari tingkat manajemen hingga petugas lapangan,” ujarnya.

Untuk mencapai itu, Jambore HSSE I dirancang dengan pendekatan interaktif dan partisipatif. Peserta tidak hanya mendengarkan paparan, tetapi juga terlibat dalam lokakarya, simulasi tanggap darurat, kompetisi pemecahan masalah berbasis kasus nyata, serta pameran teknologi keselamatan terkini. Salah satu sesi yang paling menarik perhatian adalah Safety Innovation Challenge, di mana tim dari berbagai unit operasi mempresentasikan proyek-proyek inovatif dalam mengurangi risiko kecelakaan kerja dan dampak lingkungan.

Belajar dari Praktik Global, Menerapkan di Lapangan Lokal

Jambore ini juga menghadirkan pembicara internasional dari sejumlah perusahaan migas global yang telah matang dalam penerapan sistem manajemen HSSE. Mereka berbagi pengalaman tentang transformasi budaya keselamatan (safety culture transformation) dan implementasi teknologi digital seperti Internet of Things (IoT) untuk pemantauan kondisi pekerja secara real-time, serta artificial intelligence (AI) untuk analisis prediktif bahaya operasional.

“Kami tidak hanya ingin mengadopsi teknologi mutakhir, tetapi memastikan bahwa adopsi tersebut disesuaikan dengan karakteristik lapangan dan sumber daya manusia yang kami miliki. Transfer pengetahuan dari para pakar global ini sangat berharga agar kami dapat melompat lebih cepat dalam kematangan HSSE,” kata seorang manajer senior HSSE di sela acara.

HSE Training Center Sungai Gerong sendiri dipilih sebagai lokasi karena memiliki fasilitas pelatihan terpadu yang mampu mensimulasikan berbagai skenario operasi migas, mulai dari pengeboran hingga pengolahan, sehingga peserta dapat langsung mempraktikkan teori yang dipelajari.

Dampak Langsung bagi Masyarakat dan Keberlanjutan Bisnis

Direktur Operasi Pertamina menyoroti bahwa fondasi HSSE yang kuat tidak hanya melindungi pekerja, tetapi juga menjadi kunci keberlanjutan bisnis jangka panjang. “Setiap insiden yang terjadi tidak hanya menimbulkan kerugian materiil dan korban jiwa, tetapi juga merusak reputasi perusahaan dan kepercayaan publik. Oleh karena itu, investasi di HSSE adalah investasi paling strategis,” tegasnya.

Lebih dari itu, kinerja HSSE yang prima berdampak langsung pada masyarakat di sekitar wilayah operasi. Penerapan sistem Process Safety Management (PSM) yang ketat mencegah kebocoran, kebakaran, atau pencemaran yang dapat merugikan warga. Pertamina melaporkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, tingkat Lost Time Injury Rate (LTIR) terus menurun, sementara keterlibatan kontraktor dalam program keselamatan meningkat signifikan.

Jambore ini juga menjadi momen untuk meluncurkan kampanye “Safety First, Every Day” yang akan digulirkan ke seluruh area operasi. Kampanye tersebut menargetkan perubahan perilaku melalui pembiasaan sederhana, seperti pengamatan bahaya sebelum bekerja, penghentian pekerjaan jika ada risiko tidak terkendali, serta pelaporan insiden kecil sebagai pembelajaran kolektif.

Peran Strategis HSSE dalam Peta Jalan Pertamina

Dalam peta jalan global perusahaan, Pertamina menetapkan target menjadi perusahaan energi kelas dunia dengan standar zero fatality dan zero major incident. Jambore HSSE I ini menjadi titik awal dari rangkaian program penguatan kapasitas yang akan terus berlanjut. Ke depan, Pertamina berencana membangun pusat-pusat pelatihan HSSE serupa di wilayah timur Indonesia guna menjangkau seluruh pekerja dengan standar yang sama.

Peserta yang mengikuti jambore ini diharapkan menjadi agen perubahan di unitnya masing-masing. Mereka dibekali modul pelatihan dan sertifikasi kompetensi HSSE sesuai standar internasional, seperti NEBOSH dan OHSAS, yang akan memudahkan Pertamina dalam mengukur dan menyelaraskan kualitas sumber daya manusia di bidang keselamatan.

Melalui langkah konsolidatif ini, Pertamina memperlihatkan bahwa pertumbuhan bisnis tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab terhadap manusia dan lingkungan. Jambore HSSE I menjadi bukti bahwa korporasi milik negara ini berkomitmen menjadikan keselamatan sebagai landasan paling dasar dalam setiap langkah operasionalnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User