ONIC Esports Taklukkan Entity, Amankan Final Upper Bracket MSC 2026

Pertandingan hari kedua Grup B MSC MLBB 2026 yang digelar di Jakarta pada Kamis (23/7) menghadirkan kejutan dan dominasi sekaligus. Dua laga krusial mempertemukan ONIC Esports melawan Entity serta SRG...

ONIC Esports Taklukkan Entity, Amankan Final Upper Bracket MSC 2026

Pertandingan hari kedua Grup B MSC MLBB 2026 yang digelar di Jakarta pada Kamis (23/7) menghadirkan kejutan dan dominasi sekaligus. Dua laga krusial mempertemukan ONIC Esports melawan Entity serta SRG berhadapan dengan PRO. Hasil akhirnya tidak hanya menentukan tim yang melaju ke final upper bracket, tetapi juga mengukir cerita tentang kebangkitan dan konsistensi di panggung internasional. ONIC Esports tampil perkasa dengan kemenangan telak 2-0 atas Entity, sementara SRG mengamankan poin penting usai menumbangkan PRO dalam duel sengit tiga gim.

ONIC Esports vs Entity: Dominasi Tanpa Ampun

Laga yang paling dinantikan malam itu adalah bentrok antara sang raja Indonesia, ONIC Esports, melawan wakil Eropa, Entity. Sejak menit pertama gim pembuka, ONIC langsung mengambil inisiatif serangan. Rotasi lini tengah yang digalang oleh Kairi dan Sanz begitu cair, membuat Entity kesulitan mengembangkan permainan. ONIC memilih strategi objective-based, mengamankan Lord pertama di menit ke-10 dan dengan dingin mengonversinya menjadi kemenangan pertama dengan skor 1-0.

Gim kedua menjadi panggung pembuktian bagi Butsss, roamer ONIC yang kerap diremehkan. Dengan pilihan hero Kaja, ia mencatatkan tiga pick-off krusial di fase mid-game yang mematahkan formasi pertahanan Entity. Tak ingin mengulangi kesalahan gim pertama, Entity mencoba bermain lebih pasif dan menumpuk pertahanan di area base. Namun, koordinasi ONIC dalam melakukan dive tower begitu sempurna. Akumulasi tekanan akhirnya menciptakan celah bagi CW di posisi gold laner untuk menghancurkan base terakhir Entity. Skor akhir 2-0 untuk ONIC Esports.

SRG vs PRO: Pertarungan Hidup Mati Tiga Gim

Di sisi lain, laga antara SRG (Singapura) dan PRO (Turki) menyajikan drama yang tak kalah menegangkan. SRG yang datang sebagai tim unggulan kedua di grup, sempat dikejutkan oleh agresivitas PRO di gim pertama. PRO, yang diperkuat pemain-pemain muda potensial, sukses mencuri kemenangan awal berkat penguasaan objektif dan pick-off terhadap Xorn, jungler andalan SRG. Kekalahan itu memaksa SRG bereaksi cepat.

Memasuki gim kedua, SRG mengubah total pendekatan permainan. Sana, sang mid laner, ditarik untuk memakai hero-hero poke yang merepotkan formasi PRO. Trik itu berhasil. SRG menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dengan permainan yang lebih sabar dan minim kesalahan. Gim penentuan menjadi milik sang kapten, Nino. Dengan pengalaman bertanding di berbagai turnamen internasional, ia memimpin SRG untuk tetap tenang di bawah tekanan. Keputusan SRG untuk menyerang langsung base setelah memenangkan teamfight di menit ke-18 menjadi akhir kisah PRO. Skor akhir 2-1 untuk kemenangan SRG.

Bracket Update: Jalan Menuju Grand Final

Berdasarkan hasil ini, klasemen akhir Grup B menempatkan ONIC Esports di puncak klasemen dengan dua kemenangan tanpa kehilangan satu poin pun. Mereka berhak melaju ke final upper bracket yang akan mempertemukan mereka dengan juara Grup A, yang hingga berita ini diturunkan masih dalam penentuan. Sementara itu, SRG finis di peringkat kedua dan harus melalui jalur lower bracket dalam upaya mereka menembus babak selanjutnya. Entity dan PRO, yang menderita dua kekalahan beruntun, harus puas terhenti di fase grup dan tidak bisa melanjutkan langkah di turnamen.

Perjalanan ONIC ke final upper bracket membawa keuntungan ganda. Selain memastikan satu tempat di babak playoff, mereka juga memiliki kesempatan mengamankan tiket langsung ke grand final jika berhasil memenangi laga final upper bracket nanti. Ini menjadi pencapaian kedua kalinya bagi ONIC dalam dua tahun terakhir, setelah mereka juga menjadi juara di MSC 2025. Konsistensi mereka di panggung Asia Tenggara dan internasional semakin sulit terbantahkan.

Sementara itu, SRG masih punya harapan. Meski harus melalui jalan terjal lower bracket, tim yang sempat menjadi kuda hitam di musim reguler MPL Singapura ini menunjukkan peningkatan performa yang signifikan. Duel kontra PRO membuktikan bahwa mereka bisa bangkit dari tekanan dan menemukan solusi di tengah pertandingan. Pertemuan melawan tim-tim dari Grup A di lower bracket nanti akan menjadi ujian sesungguhnya bagi mentalitas Nino dan kawan-kawan.

Apa Selanjutnya?

Turnamen MSC MLBB 2026 akan berlanjut pada Jumat (24/7) dengan pertandingan penentuan dari Grup A. Duel berat antara Team Falcons dan RRQ Hoshi menjadi pusat perhatian, memperebutkan tiket final upper bracket untuk menantang ONIC. Dengan performa ONIC yang sedang panas, spekulasi publik mengarah pada potensi ulangan final MSC 2025 antara ONIC dan RRQ Hoshi—sebuah partai el clasico Asia Tenggara. Namun, kekuatan Team Falcons dari Arab Saudi juga tak bisa dianggap enteng. Mereka membawa karakter permainan cepat yang bisa merepotkan lawan mana pun.

Bagi penggemar Mobile Legends: Bang Bang, hari ini menjadi penegasan bahwa persaingan di MSC 2026 tidak hanya didominasi oleh tim Asia Tenggara, tetapi juga mulai memunculkan kejutan dari kawasan lain. Adaptasi strategi, kekuatan mental, dan kedalaman hero pool menjadi pembeda antara tim yang pulang lebih awal dan yang melaju. ONIC Esports telah menunjukkan itu semua. Kini, publik hanya menunggu siapa yang akan menjadi lawan mereka di partai puncak upper bracket—dan siapa yang akan bertahan hidup di neraka lower bracket.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User