Momon, Lutung Jawa Peliharaan Warga Bondowoso, Kini Direhabilitasi Kemenhut

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berhasil mengevakuasi seekor lutung jawa yang selama ini dipelihara oleh seorang warga di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Primata berwarna hitam legam itu diberi nama...

Momon, Lutung Jawa Peliharaan Warga Bondowoso, Kini Direhabilitasi Kemenhut

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berhasil mengevakuasi seekor lutung jawa yang selama ini dipelihara oleh seorang warga di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Primata berwarna hitam legam itu diberi nama Momon oleh pemilik sebelumnya. Kini, hewan yang dilindungi undang-undang tersebut sedang menjalani masa observasi dan rehabilitasi di bawah pengawasan langsung Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat.

Kronologi Penemuan dan Penyerahan Sukarela

Informasi tentang pemeliharaan lutung jawa oleh warga Bondowoso pertama kali diterima oleh petugas Kemenhut dari laporan masyarakat sekitar. Seorang warga di salah satu desa di Kecamatan Tlogosari diketahui telah merawat Momon selama lebih dari dua tahun. Berdasarkan keterangan pemilik, ia mendapatkan lutung itu dari seorang pemburu yang menangkapnya di kawasan hutan lindung setempat saat masih bayi. Bersama tim dari BKSDA Jawa Timur, petugas kemudian mendatangi kediaman warga tersebut untuk memberikan pengertian mengenai status perlindungan lutung jawa dan potensi bahaya memelihara satwa liar. Setelah melalui pendekatan persuasif, pemilik secara sukarela menyerahkan Momon kepada petugas tanpa perlawanan. Proses evakuasi berlangsung lancar dan tidak menimbulkan gangguan berarti bagi satwa maupun warga sekitar.

Kondisi Kesehatan dan Proses Rehabilitasi

Setibanya di pusat rehabilitasi, Momon langsung menjalani pemeriksaan medis menyeluruh. Dokter hewan dari Kemenhut melakukan pengecekan terhadap kondisi fisik, berat badan, serta kemungkinan adanya penyakit zoonosis. Hasil awal menunjukkan bahwa Momon dalam kondisi gizi kurang optimal akibat pola makan yang tidak sesuai selama dipelihara manusia. Lutung jawa yang seharusnya mengonsumsi dedaunan segar, bunga, dan buah-buahan hutan terpaksa mengonsumsi makanan rumah tangga seperti nasi dan pisang goreng. Hal ini menyebabkan Momon mengalami gangguan pencernaan ringan. Tim medis kini memberikan terapi nutrisi khusus dan memantau perkembangannya setiap hari. Selain itu, Momon juga menjalani serangkaian tes perilaku untuk menilai tingkat ketergantungannya terhadap manusia. Lutung ini tergolong sudah cukup jinak dan sering kali mendekati petugas, sesuatu yang menjadi tantangan besar apabila nanti akan dilepasliarkan ke habitat aslinya. Proses rehabilitasi perilaku akan memakan waktu berbulan-bulan, termasuk pengenalan kembali terhadap pakan alami dan kemampuan bertahan hidup di alam liar.

Status Perlindungan Lutung Jawa dan Ancaman Perdagangan Ilegal

Lutung jawa (Trachypithecus auratus) merupakan satwa endemik Pulau Jawa yang dilindungi penuh oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018, spesies ini masuk dalam daftar satwa yang tidak boleh diperdagangkan, dipelihara, atau diburu. Meski demikian, kasus pemeliharaan lutung jawa oleh masyarakat masih kerap terjadi, terutama di daerah-daerah yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan. Selain karena faktor estetika—warna bulu hitam mengkilap dan jambul di kepala yang menarik—banyak warga yang tidak menyadari bahwa memelihara lutung adalah tindakan ilegal. Perdagangan satwa liar secara daring juga turut menyuburkan kepemilikan primata ini. Kemenhut mencatat bahwa dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, setidaknya ada 23 kasus penyerahan sukarela lutung jawa dari pemilik pribadi di wilayah Jawa Timur saja. Angka ini belum termasuk penangkapan dari operasi penegakan hukum.

Langkah Konservasi Selanjutnya

Setelah masa observasi dan rehabilitasi selesai, tim konservasi Kemenhut akan melakukan penilaian terhadap kelayakan Momon untuk dilepasliarkan. Beberapa kriteria yang harus dipenuhi antara lain: satwa mampu mencari pakan sendiri, menunjukkan perilaku menghindar dari manusia, dan tidak membawa penyakit yang dapat menular ke populasi liar. Apabila kriteria tersebut tidak terpenuhi, kemungkinan besar Momon akan ditempatkan di pusat penyelamatan satwa atau lembaga konservasi ex-situ seperti kebun binatang yang memiliki program konservasi lutung. Sebagai catatan, proses pengembalian primata ke habitat asli bukanlah hal mudah; mempertimbangkan pula ketersediaan area lepas liar yang aman dari perburuan dan deforestasi. Pihak Kemenhut berkoordinasi dengan pemerintah daerah Bondowoso untuk mengidentifikasi blok hutan konservasi yang memenuhi syarat bagi pelepasliaran lutung jawa.

Imbauan kepada Masyarakat

Kemenhut kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak memelihara satwa liar dilindungi. Selain melanggar hukum, memelihara primata seperti lutung jawa berisiko tinggi terhadap kesehatan manusia karena potensi penularan penyakit. Satwa liar yang terbiasa dengan manusia juga kehilangan insting alaminya sehingga kecil kemungkinan bisa bertahan hidup jika dikembalikan ke alam. Bagi warga yang secara tidak sengaja menemukan bayi lutung atau satwa liar lainnya, diimbau untuk segera melapor ke BKSDA setempat atau aparat desa agar penanganan dapat dilakukan secara profesional. Kemenhut juga membuka saluran pengaduan 24 jam melalui call center dan media sosial resmi. Dengan penanganan yang tepat, diharapkan populasi lutung jawa di alam liar dapat terus terjaga dan kasus pemeliharaan ilegal dapat diminimalisir di masa depan.

Sementara itu, Momon masih terus menjalani perawatannya. Perkembangan kesehatannya menunjukkan kemajuan positif: berat badannya mulai naik, dan ia mulai menunjukkan ketertarikan terhadap dedaunan yang disediakan petugas. Harapan besar disematkan pada lutung kecil ini agar suatu hari nanti ia bisa kembali melompat bebas di kanopi hutan Bondowoso, habitat yang seharusnya menjadi rumahnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User