Oct 09, 2026
factcheck

Mengapa Kekuatan Paspor Indonesia Tertinggal dari Malaysia

Perbandingan daya jelajah paspor antarnegara kembali menjadi perhatian publik pada awal 2026. Berdasarkan data terbaru dari sejumlah lembaga pemeringkat mobilitas global, posisi paspor Indonesia masih...

Mengapa Kekuatan Paspor Indonesia Tertinggal dari Malaysia

Perbandingan daya jelajah paspor antarnegara kembali menjadi perhatian publik pada awal 2026. Berdasarkan data terbaru dari sejumlah lembaga pemeringkat mobilitas global, posisi paspor Indonesia masih berada di bawah paspor Malaysia. Verifikasi terhadap klaim tersebut menunjukkan adanya selisih skor akses bebas visa yang cukup signifikan, meskipun keduanya berada di kawasan yang sama.

Klaim yang Beredar dan Sumbernya

Klaim bahwa paspor Indonesia "kalah" dari paspor Malaysia beredar luas di media sosial dan forum diskusi publik. Klaim ini umumnya merujuk pada indeks mobilitas yang dirilis oleh lembaga pemeringkat internasional, termasuk Passport Index dan Henley & Partners. Dalam sejumlah unggahan, disebutkan bahwa pemegang paspor Malaysia dapat mengakses lebih banyak negara tanpa visa dibandingkan pemegang paspor Indonesia.

Klaim: "Paspor Indonesia kalah jauh dari Malaysia dalam hal akses bebas visa."
Fakta: Data pemeringkat menunjukkan selisih jumlah destinasi bebas visa memang ada, tetapi besaran selisihnya bervariasi antarlembaga dan bergantung pada metodologi penghitungan.

Verifikasi Data Pemeringkat

Berdasarkan verifikasi terhadap metodologi kedua lembaga, terdapat perbedaan cara penghitungan. Passport Index mengombinasikan jumlah destinasi bebas visa, visa on arrival, dan e-visa dalam satu skor mobilitas. Sementara itu, Henley & Partners hanya menghitung destinasi yang benar-benar bebas visa atau visa on arrival tanpa syarat tambahan. Perbedaan ini membuat angka absolut kedua negara tidak bisa dibandingkan secara langsung tanpa menyesuaikan metode.

Data menunjukkan bahwa paspor Malaysia secara konsisten menempati posisi lebih tinggi dibandingkan paspor Indonesia di kedua metode tersebut. Selisihnya berkisar pada puluhan destinasi, bergantung pada tahun dan pembaruan kebijakan visa masing-masing negara tujuan. Bukti kunci: posisi Malaysia umumnya berada di peringkat 10-15 besar dunia, sedangkan Indonesia berada di kisaran peringkat 60-70 besar dalam periode yang sama.

Faktor yang Memengaruhi Kekuatan Paspor

Kekuatan paspor tidak ditentukan oleh luas wilayah atau jumlah penduduk, melainkan oleh sejumlah faktor diplomatik dan ekonomi. Berdasarkan analisis sejumlah laporan, faktor utama meliputi:

Pertama, hubungan diplomatik bilateral. Negara dengan jaringan perjanjian bebas visa yang luas cenderung memiliki skor lebih tinggi. Malaysia memiliki sejumlah perjanjian mobilitas dengan negara-negara di Eropa, Timur Tengah, dan Asia Tengah yang tidak dimiliki Indonesia.

Kedua, tingkat risiko imigrasi. Negara tujuan kerap menerapkan kebijakan visa berdasarkan penilaian risiko, seperti tingkat pelanggaran izin tinggal dan angka overstay. Data menunjukkan bahwa negara dengan tingkat overstay rendah mendapat perlakuan visa yang lebih longgar.

Ketiga, indikator ekonomi dan stabilitas. Produk domestik bruto per kapita, stabilitas politik, dan indeks pembangunan manusia turut menjadi pertimbangan. Negara tujuan menggunakan indikator ini untuk menilai kemungkinan pemegang paspor kembali ke negaranya.

Kesimpulan Verifikasi

Berdasarkan verifikasi terhadap berbagai sumber resmi dan data pemeringkat, klaim bahwa paspor Indonesia tertinggal dari paspor Malaysia terbukti BENAR secara faktual, dengan catatan bahwa selisih angkanya tidak seragam antarmetodologi. Klaim yang menyebut selisih "puluhan peringkat" juga akurat berdasarkan data periodik 2025-2026. Namun, klaim bahwa perbedaan ini bersifat permanen atau tidak dapat diperbaiki tidak didukung bukti, karena kekuatan paspor bersifat dinamis dan berubah seiring kebijakan visa serta hasil diplomasi.

Masyarakat disarankan merujuk langsung pada pengumuman resmi kedutaan atau kementerian luar negeri negara tujuan sebelum melakukan perjalanan, karena kebijakan visa dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan awal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User