Mahasiswa KKN Tewas usai Perahu Tabrak Kayu di Sungai Rawas
Seorang mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilaporkan meninggal dunia setelah perahu yang ditumpanginya bersama sejumlah rekannya terbalik di aliran Sungai Rawas, Kabupaten Musi Rawas, Sumatra...
Seorang mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilaporkan meninggal dunia setelah perahu yang ditumpanginya bersama sejumlah rekannya terbalik di aliran Sungai Rawas, Kabupaten Musi Rawas, Sumatra Selatan. Insiden nahas ini terjadi pada Sabtu sore ketika rombongan hendak menyeberangi sungai untuk mencapai lokasi penempatan di salah satu desa terpencil.
Menurut keterangan warga setempat, perahu kayu bermesin tempel yang digunakan oleh para mahasiswa itu tiba-tiba oleng dan menabrak batang kayu besar yang tersembunyi di bawah permukaan air. Tabrakan keras membuat lambung perahu terangkat dan akhirnya terbalik, melemparkan seluruh penumpang ke dalam arus yang cukup deras. Tim penyelamat gabungan dari kepolisian, Basarnas, dan masyarakat sekitar dikerahkan begitu menerima laporan. Setelah pencarian selama lebih dari tiga jam, jasad korban ditemukan pada jarak sekitar 500 meter dari titik kejadian, tersangkut di rumpun tanaman air.
Kronologi dan Dugaan Kurangnya Kemampuan Navigasi
Berdasarkan rekonstruksi sementara yang dilakukan oleh aparat, kecelakaan berawal ketika kelompok mahasiswa tersebut memutuskan untuk menyewa perahu secara mandiri tanpa melibatkan pengemudi berpengalaman. Salah satu dari mereka diduga mengambil alih kendali mesin tempel, meskipun ia tidak memiliki keterampilan yang memadai dalam mengemudikan perahu di perairan dengan arus tidak menentu. Situasi diperparah oleh banyaknya kayu hanyut dan batang pohon yang sering muncul di Sungai Rawas, terutama setelah hujan deras di bagian hulu.
Saksi mata, seorang warga yang sedang mencari ikan di sekitar lokasi, mengungkapkan bahwa perahu sempat melaju dengan kecepatan sedang sebelum tiba-tiba terdengar benturan dan diikuti jeritan minta tolong. “Saya lihat langsung perahunya miring ke kanan, lalu langsung terjungkal. Orang-orangnya pada jatuh ke air. Ada yang langsung berenang ke tepi, tapi satu orang langsung hilang terbawa arus,” ucapnya. Kondisi air yang keruh dan dalamnya sungai di titik itu membuat korban yang tidak mengenakan jaket pelampung segera tenggelam.
Identitas Korban dan Kondisi Rekan
Korban diketahui bernama Andi Setiawan (21), mahasiswa semester akhir dari salah satu perguruan tinggi negeri di Palembang. Ia tiba di wilayah Musi Rawas bersama sembilan rekan lainnya dua hari sebelumnya dan sedang dalam perjalanan menuju Desa Tanjung Raya untuk memulai program pengabdian. Tiga rekannya yang selamat mengalami luka ringan dan syok, sementara lima lainnya berhasil mencapai tepian tanpa cedera serius. Seluruh penyintas langsung mendapat pendampingan medis dan psikologis di puskesmas kecamatan.
Pihak kampus, melalui pernyataan resmi yang disampaikan rektor, menyampaikan duka mendalam dan segera mengirim tim untuk memfasilitasi pemulangan jenazah. Keluarga korban yang telah dihubungi pun langsung menuju lokasi. “Kami sangat kehilangan. Ini musibah yang tidak disangka-sangka. Korban dikenal aktif dan bersemangat mengikuti KKN,” ujar perwakilan universitas.
Analisis Kepolisian dan Faktor Keselamatan
Kapolsek setempat menjelaskan bahwa hasil olah tempat kejadian perkara menguatkan dugaan bahwa faktor utama penyebab kecelakaan adalah keterbatasan pengalaman dalam mengoperasikan perahu. “Kami menemukan bahwa pengemudi saat itu bukanlah warga lokal yang biasa melalui rute tersebut. Mereka tidak familiar dengan karakteristik sungai, terutama titik-titik di mana kayu besar sering menyangkut,” terangnya. Pihaknya juga tidak menemukan adanya perlengkapan keselamatan seperti pelampung di dalam perahu yang disewa.
Lebih lanjut, polisi akan memeriksa pemilik perahu terkait kelalaian dalam menyediakan alat keselamatan standar. Undang-undang Pelayaran dan peraturan daerah sebenarnya mewajibkan setiap moda transportasi air untuk melengkapi penumpang dengan jaket pelampung, tetapi di sejumlah desa aturan tersebut kerap terabaikan karena minimnya pengawasan. Insiden ini menjadi pengingat keras akan pentingnya prosedur keamanan, terutama bagi pendatang yang tidak mengenal medan.
Tanggapan Warga dan Pelajaran bagi KKN Mendatang
Masyarakat setempat menilai kecelakaan ini bisa dihindari jika rombongan mahasiswa meminta bantuan juru mudi berpengalaman, yang biasanya bersedia mengantar dengan biaya murah. Tradisi gotong royong di daerah aliran sungai sebenarnya telah menjadi jaring pengaman informal bagi pendatang, namun rombongan tersebut diduga tidak menyadari risiko tersebut.
Pemerintah kabupaten berencana menerbitkan imbauan kepada seluruh perguruan tinggi yang mengirim mahasiswa KKN ke wilayah perairan untuk mewajibkan penggunaan transportasi resmi dan terstandar. Insiden di Sungai Rawas ini menambah daftar panjang kecelakaan air yang melibatkan mahasiswa, sehingga perlu ada koordinasi lebih erat antara kampus, pemerintah desa, dan aparat keamanan.
Hingga berita ini diturunkan, jenazah Andi Setiawan telah dibawa ke kota asalnya untuk dimakamkan. Pihak kepolisian masih melanjutkan penyelidikan untuk memastikan apakah ada unsur pidana kelalaian yang dapat dijerat, sekaligus mencegah tragedi serupa terulang di masa depan.
Comments (0)