Oct 20, 2026
factcheck

Kepala BGN Sudaryono Bongkar Penyelewengan Internal, Janji Rombak Sistem

Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono, secara mengejutkan mengungkap adanya praktik menyimpang di dalam tubuh lembaga yang dipimpinnya. Temuan ini membuka borok lama yang s...

Kepala BGN Sudaryono Bongkar Penyelewengan Internal, Janji Rombak Sistem

Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono, secara mengejutkan mengungkap adanya praktik menyimpang di dalam tubuh lembaga yang dipimpinnya. Temuan ini membuka borok lama yang selama ini tersembunyi di balik program unggulan pemerintah, termasuk program Makan Gratis.

Dalam pernyataannya, Sudaryono menyebut bahwa ia menemukan sejumlah masalah serius yang mengancam integritas dan efektivitas BGN. Ia tidak merinci seluruh temuan, namun menegaskan bahwa praktik-praktik "gelap" itu telah berlangsung cukup lama dan melibatkan sejumlah oknum internal.

Praktik Gelap yang Terbongkar

Menurut Sudaryono, modus penyelewengan yang ditemukan antara lain adalah penggelembungan anggaran, mark-up harga bahan pangan, serta penunjukan langsung vendor tanpa melalui prosedur yang transparan. Beberapa proyek pengadaan untuk program Makan Gratis diduga sarat dengan kongkalikong antara oknum BGN dan pemasok.

"Saya menemukan banyak kejanggalan. Ada aliran dana yang tidak wajar, ada proyek fiktif, dan ada manipulasi laporan distribusi," ujar Sudaryono, menggambarkan kondisi internal BGN yang diibaratkannya sebagai "sarang tikus."

Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan internal yang menyebabkan praktik-praktik itu bisa berlangsung tanpa terdeteksi. Sistem audit yang ada disebutnya hanya sebagai formalitas, tidak mampu menangkap penyimpangan secara riil.

Program Makan Gratis Terancam

Salah satu program andalan yang terkena dampak adalah program Makan Gratis yang menyasar anak-anak sekolah dan kelompok rentan. Dengan adanya kebocoran anggaran, kualitas dan kuantitas makanan yang didistribusikan menjadi tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan. Di beberapa daerah, laporan menunjukkan porsi makanan yang tidak layak, bahan pangan berkualitas rendah, hingga keterlambatan distribusi.

Sudaryono menegaskan bahwa program ini harus menjadi prioritas yang bersih dari korupsi. "Makan Gratis adalah janji pemerintah kepada rakyat. Saya tidak akan biarkan program ini dikotori oleh segelintir orang," tegasnya.

Perombakan Total Sistem

Sebagai langkah awal, Sudaryono mengumumkan akan melakukan perombakan total pada sistem kerja BGN. Beberapa kepala unit dan staf yang diduga terlibat akan dinonaktifkan sambil menunggu proses investigasi. Ia juga akan menggandeng aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan tindak pidana korupsi di internal.

"Kami akan ganti semua vendor yang bermasalah, perketat proses pengadaan, dan terapkan sistem digital untuk memantau distribusi secara real-time," kata Sudaryono. Ia berjanji transparansi penuh dalam pengelolaan anggaran, termasuk membuka akses informasi publik terhadap laporan keuangan BGN.

Selain itu, Sudaryono berencana membentuk unit pengawas independen yang bertugas mengawasi langsung pelaksanaan program di lapangan. Unit ini akan melibatkan masyarakat dan media untuk memastikan tidak ada lagi permainan di balik meja.

Respon Publik dan Harapan Baru

Pengungkapan ini mendapat respons beragam dari masyarakat dan pengamat. Sejumlah pihak mengapresiasi keterbukaan Sudaryono dan menganggapnya sebagai angin segar dalam pemberantasan korupsi di lembaga negara. Namun, sebagian lainnya skeptis, mengingat banyaknya kasus serupa yang berakhir tanpa hasil konkret.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia, Budi Santoso, menyebut langkah Sudaryono sebagai "pertaruhan kredibilitas." "Ini momentum penting. Jika beliau berhasil membersihkan BGN, maka kepercayaan publik terhadap program pemerintah akan naik. Tapi jika gagal, ini hanya akan menjadi drama politik," ujarnya.

Sementara itu, masyarakat berharap perombakan ini benar-benar membawa perubahan. "Kami ingin program Makan Gratis berjalan lancar, anak-anak dapat makanan bergizi, bukan sisa-sisa anggaran," ujar seorang warga Jakarta.

Tantangan ke Depan

Meski niat Sudaryono terlihat kuat, tantangan yang dihadapi tidak ringan. Jaringan kepentingan yang sudah terbentuk selama bertahun-tahun di dalam BGN diyakini akan melakukan perlawanan, baik secara diam-diam maupun terbuka. Butuh dukungan penuh dari pemerintah pusat dan penegakan hukum yang tegas untuk mewujudkan perubahan ini.

Sudaryono sendiri mengaku siap menghadapi segala risiko. "Saya di sini untuk melayani rakyat, bukan untuk mencari aman. Kalau ada yang tidak suka dengan perombakan ini, silakan mundur," tutupnya dengan nada tegas.

Kisruh di BGN ini menjadi ujian bagi komitmen pemerintahan dalam memberantas korupsi di sektor pelayanan publik. Masyarakat menunggu aksi nyata, bukan sekadar janji.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User