Jambore HSSE I 2026: Komitmen Pertamina Tingkatkan Keselamatan Operasional
Perusahaan energi nasional, Pertamina, mengukuhkan langkah strategisnya dalam memperkuat aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan (HSSE) dengan menyelenggarakan kegiatan akbar bertajuk J...
Perusahaan energi nasional, Pertamina, mengukuhkan langkah strategisnya dalam memperkuat aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan (HSSE) dengan menyelenggarakan kegiatan akbar bertajuk Jambore HSSE I 2026. Acara perdana ini digelar di Pusat Pelatihan HSE (Health, Safety, Environment) yang berlokasi di kawasan Sungai Gerong, Palembang. Inisiatif ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah deklarasi nyata bahwa standar keamanan dan keberlanjutan menjadi pilar utama untuk menopang seluruh lini bisnis perusahaan.
Mengusung Tema Sinergi untuk Keberlanjutan
Jambore HSSE I 2026 mengusung tema “Sinergi HSSE, Kunci Keberlanjutan Bisnis” yang merefleksikan keyakinan Pertamina bahwa aspek non-finansial memiliki peran krusial dalam mendorong pertumbuhan jangka panjang. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 800 peserta yang berasal dari berbagai unit operasi, anak perusahaan, serta mitra strategis di sektor hulu, hilir, dan pengolahan. Kehadiran manajemen puncak, termasuk direktur utama dan jajaran direksi, menunjukkan komitmen penuh dari level tertinggi terhadap agenda HSSE. Dalam sambutannya, Direktur Utama Pertamina menegaskan bahwa budaya HSSE harus melekat dalam setiap proses kerja, bukan sekadar formalitas kepatuhan regulasi.
Rangkaian Kegiatan: Dari Simulasi hingga Lomba Kompetensi
Selama tiga hari penyelenggaraan, jambore diisi dengan beragam aktivitas yang dirancang untuk mengasah keterampilan teknis dan kesadaran seluruh pekerja. Simulasi tanggap darurat menjadi agenda utama, di mana tim dari berbagai wilayah mempraktikkan penanganan skenario kebakaran, tumpahan bahan berbahaya, serta evakuasi medis. Penilaian dilakukan berdasarkan kecepatan respons, ketepatan prosedur, dan koordinasi tim. Selain simulasi, digelar pula lomba inovasi alat pelindung diri yang disesuaikan dengan tantangan lapangan, serta kompetisi penyusunan prosedur kerja aman yang melibatkan operator dan teknisi. Sesi lokakarya dan seminar menghadirkan pakar HSSE nasional dan internasional yang membahas topik seperti manajemen risiko berbasis data, teknologi deteksi dini kebocoran, dan integrasi prinsip lingkungan dalam desain fasilitas. Seluruh kegiatan diakhiri dengan penganugerahan penghargaan bagi unit kerja yang berhasil mencapai rekor nihil kecelakaan kerja dalam periode tertentu.
Fasilitas Pelatihan Bertaraf Internasional
Pemilihan HSE Training Center Sungai Gerong sebagai lokasi bukan tanpa alasan. Pusat pelatihan ini dilengkapi dengan area simulasi kebakaran skala penuh, kolam penanganan tumpahan, ruang kelas digital, serta laboratorium keselamatan kerja. Fasilitas tersebut memungkinkan para peserta mendapatkan pengalaman pelatihan yang mendekati kondisi nyata di lapangan. Sejak diresmikan, pusat ini telah menjadi rujukan pelatihan HSSE bagi perusahaan energi di Asia Tenggara. Dengan menggelar jambore di lokasi ini, Pertamina sekaligus menunjukkan komitmen investasi pada infrastruktur pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang berkelanjutan.
Dampak Langsung terhadap Pertumbuhan Bisnis
Penguatan fondasi HSSE melalui jambore ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan memiliki dampak langsung terhadap kinerja korporasi. Data internal Pertamina menunjukkan bahwa unit bisnis dengan budaya HSSE yang matang mencatat penurunan insiden kerja hingga lebih dari 40 persen dalam tiga tahun terakhir. Penurunan insiden berkontribusi pada penghematan biaya perbaikan, klaim asuransi, dan potensi kehilangan produksi yang signifikan. Di sisi lain, standar HSSE yang tinggi turut memperkuat posisi Pertamina di mata investor global yang semakin memperhatikan aspek ESG (Environmental, Social, and Governance). Perusahaan yang menjalankan operasi dengan ramah lingkungan dan aman lebih mudah mengakses pendanaan hijau serta menjalin kemitraan bisnis strategis. Dengan demikian, jambore ini adalah langkah konkret untuk menjaga kepercayaan pasar dan memperluas peluang ekspansi.
Komitmen Jangka Panjang: Dari Jambore ke Agenda Rutin
Keberhasilan penyelenggaraan Jambore HSSE I 2026 mendorong Pertamina untuk menjadikannya sebagai agenda rutin dua tahunan. Rencana ke depan, kegiatan ini akan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan, termasuk regulator, pemerintah daerah, dan komunitas lokal di sekitar wilayah operasi. Pendekatan kolaboratif ini diyakini akan mempercepat internalisasi nilai-nilai HSSE di seluruh ekosistem bisnis perusahaan. Di penghujung acara, seluruh peserta menandatangani pakta integritas HSSE yang berisi janji untuk menerapkan standar keselamatan tertinggi di lingkungan kerja masing-masing. Langkah ini menegaskan bahwa Jambore HSSE bukanlah titik akhir, melainkan awal dari transformasi budaya yang lebih dalam dan menyeluruh, di mana setiap individu menjadi penjaga utama keamanan dan kelestarian lingkungan.
Comments (0)