Irsyad Al Ghifari Dipercaya Pimpin Komunikasi Kebijakan OJK

Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi menunjuk Irsyad Al Ghifari, S.E., M.I.Kom sebagai Kepala Departemen Komunikasi Kebijakan Publik dan Keuangan, sebuah pos strategis yang akan menga...

Irsyad Al Ghifari Dipercaya Pimpin Komunikasi Kebijakan OJK

Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi menunjuk Irsyad Al Ghifari, S.E., M.I.Kom sebagai Kepala Departemen Komunikasi Kebijakan Publik dan Keuangan, sebuah pos strategis yang akan mengawal penyampaian pesan-pesan regulasi kepada masyarakat luas. Penunjukan ini menandai babak baru dalam integrasi keahlian komunikasi dan pemahaman mendalam sektor keuangan di tubuh lembaga pengawas industri jasa keuangan tersebut.

Profil dan Latar Belakang

Irsyad Al Ghifari bukanlah sosok asing di persimpangan komunikasi dan kebijakan publik. Gelar Sarjana Ekonomi yang ia raih dari salah satu universitas terkemuka menjadi fondasi kokoh pemahamannya terhadap mekanisme pasar, fiskal, dan moneter. Tak berhenti di sana, hasratnya menjembatani bahasa teknis keuangan dengan khalayak umum mendorongnya menempuh studi Magister Ilmu Komunikasi. Kombinasi dua disiplin yang jarang bertemu ini menjadikannya praktisi langka: mampu membaca neraca sekaligus merajut narasi yang membumi.

Sebelum bergabung dengan OJK, Irsyad mengukir karier lebih dari satu dekade di sektor perbankan dan konsultan strategis, di mana ia berulang kali dipercaya merancang kampanye komunikasi untuk peluncuran produk keuangan digital, merumuskan strategi tanggap krisis, serta mendampingi perusahaan rintisan teknologi keuangan dalam menghadapi uji regulasi. Pengalamannya yang melintasi korporasi multinasional, bank BUMN, hingga lembaga swadaya masyarakat memberinya perspektif 360 derajat tentang bagaimana kebijakan dipahami, diterima, atau ditolak publik.

Mengisi Kekosongan Strategis

Jabatan Kepala Departemen Komunikasi Kebijakan Publik dan Keuangan sejatinya adalah respons atas kritik berulang bahwa kebijakan OJK kerap hadir sebagai kejutan yang membingungkan pasar dan konsumen. Sosok yang mengisi pos ini dituntut tidak hanya menguasai teknis komunikasi, tetapi juga memahami arsitektur regulasi jasa keuangan. Dewan Komisioner OJK, dalam keterangannya, menyebut Irsyad Al Ghifari sebagai kandidat ideal karena penguasaan dwi-disiplin tersebut.

“Kami membutuhkan pemimpin komunikasi yang bukan sekadar juru bicara, melainkan arsitek narasi yang mampu menerjemahkan pasal-pasal teknis menjadi informasi yang memberdayakan masyarakat. Rekam jejak Irsyad di dunia keuangan dan komunikasi krisis memberi kami keyakinan,” ujar seorang sumber internal yang enggan disebutkan namanya.

Visi dan Prioritas

Dalam pertemuan tertutup dengan jajaran redaksi ibu kota, Irsyad membeberkan tiga prioritas utamanya: pertama, memperkuat literasi kebijakan melalui konten berbasis data yang mudah dicerna; kedua, membangun sistem deteksi dini isu publik menggunakan analitika media sosial; dan ketiga, mentransformasi portal resmi OJK menjadi pusat informasi interaktif yang responsif terhadap kebutuhan pencari informasi.

“Regulasi adalah naskah, komunikasi adalah panggungnya. Selama ini kita terlalu lihai menulis naskah tapi sering alpa menyiapkan panggung yang layak. Saya ingin mengubah paradigma itu,” tuturnya. Ia menekankan bahwa di era disrupsi digital, kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan ditentukan oleh transparansi dan kecepatan merespons kegelisahan masyarakat.

Jejak Karya dan Pemikiran

Di luar koridor resmi, nama Irsyad Al Ghifari cukup dikenal sebagai penggagas forum diskusi “Kebijakan untuk Semua” yang konsisten menggelar lokakarya bagi jurnalis ekonomi dan pelaku UMKM mengenai cara membaca arah angin regulasi. Beberapa opini yang ia tulis di media nasional mengupas tajam isu-isu seperti bancassurance, ekosistem pinjaman daring, hingga pentingnya kerangka kerja etis dalam penagihan utang. Tulisannya dinilai tajam namun tetap membumi, sebuah keseimbangan yang jarang dimiliki komunikator sektor keuangan.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia, dalam menanggapi penunjukan tersebut, menyebutnya sebagai langkah tepat. “Ini sinyal bahwa OJK ingin komunikasi yang berbasis empati dan bukti, bukan sekadar press release. Kombinasi gelar S.E. dan M.I.Kom pada sosok Irsyad menjadi jaminan bahwa ia paham apa yang dikomunikasikan dan bagaimana menyampaikannya,” jelasnya.

Tantangan ke Depan

Meski disambut optimisme, tugas yang menanti tidaklah ringan. OJK harus terus menavigasi kompleksitas sektor jasa keuangan yang diwarnai oleh kemunculan aset kripto, fenomena judi online berkedok investasi, dan tuntutan perlindungan konsumen yang kian vokal. Semua itu terjadi di tengah fragmentasi kanal informasi dan meruyaknya misinformasi. Irsyad menyadari betul bahwa kecepatan menjadi kunci.

“Kita tidak bisa lagi bertarung dengan siaran pers konvensional. Kita harus hadir di setiap titik di mana warga mencari jawaban, dari kolom komentar media sosial hingga grup Whatsapp keluarga. Itu medan perang baru kita,” ungkapnya dalam sebuah webinar pekan lalu.

Rekan-rekan seprofesinya meyakini, dengan pengalaman luasnya di bidang keuangan dan kemahirannya meracik strategi komunikasi, Irsyad Al Ghifari mampu menjadikan departemen barunya sebagai teladan komunikasi publik yang proaktif, bukan reaktif. Publik kini menanti gebrakan pertamanya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User