Hoaks: Video Tsunami Besar Pasca Gempa 7,7 NTT, Ternyata Rekaman Topan Fung-wong
Video yang diklaim merekam gelombang tsunami besar menyusul gempa berkekuatan 7,7 magnitudo di Nusa Tenggara Timur (NTT) beredar luas di media sosial pada Agustus 2026. Unggahan itu menampilkan gulung...
Video yang diklaim merekam gelombang tsunami besar menyusul gempa berkekuatan 7,7 magnitudo di Nusa Tenggara Timur (NTT) beredar luas di media sosial pada Agustus 2026. Unggahan itu menampilkan gulungan ombak raksasa yang menghantam kawasan pesisir, lengkap dengan narasi yang mengaitkannya dengan gempa yang mengguncang wilayah tersebut. Berdasarkan verifikasi yang dilakukan tim pemeriksa fakta, klaim bahwa video tersebut merupakan dokumentasi tsunami pasca gempa NTT adalah tidak akurat. Rekaman yang sama telah beredar lebih dahulu dengan konteks peristiwa yang berbeda, jauh sebelum gempa dimaksud terjadi.
Klaim yang beredar
Klaim tersebut menyebar melalui berbagai platform media sosial dalam bentuk unggahan video berdurasi pendek. Narasi yang menyertainya menyebut bahwa gelombang tinggi menerjang pesisir NTT sebagai dampak langsung gempa 7,7 magnitudo. Sebagian unggahan bahkan menambahkan keterangan lokasi dan imbauan evakuasi agar konten terlihat lebih meyakinkan. Kecepatan penyebaran konten ini meningkat dalam hitungan jam dan memicu kekhawatiran masyarakat di sejumlah daerah pesisir. Padahal, isi video tidak memiliki keterkaitan dengan gempa yang dimaksud dalam narasi.
Faktanya adalah rekaman topan Fung-wong
Faktanya adalah video yang diklaim sebagai tsunami NTT merupakan rekaman dampak topan super Fung-wong. Data menunjukkan perekaman video tersebut dilakukan pada 9 November 2025, ketika topan Fung-wong berada pada intensitas puncaknya dan menerjang wilayah di kawasan Asia Tenggara. Dengan demikian, rentang waktu perekaman video bertentangan dengan narasi yang menghubungkannya dengan gempa NTT yang terjadi pada Agustus 2026, atau sekitar sembilan bulan setelah peristiwa topan tersebut.
Penelusuran jejak digital mengarahkan verifikasi pada unggahan asli video yang telah beredar jauh sebelum gempa NTT terjadi. Konteks unggahan asli menghubungkan rekaman tersebut dengan kondisi laut ekstrem yang dipicu oleh topan super Fung-wong, bukan dengan aktivitas seismik. Kemiripan visual antara video pada unggahan asli dan video yang beredar di tengah kabar gempa NTT menjadi bukti bahwa konten tersebut dipakai ulang dengan konteks yang diubah.
Perbandingan klaim dan fakta
Untuk memperjelas hasil verifikasi, perbandingan antara klaim dan fakta dapat dirinci sebagai berikut. Klaim: video memperlihatkan gelombang tsunami besar yang terjadi di NTT pasca gempa 7,7 magnitudo pada Agustus 2026. Fakta: video tersebut adalah rekaman ombak besar yang disebabkan topan super Fung-wong, direkam pada 9 November 2025. Waktu dan konteks perekaman video tidak berada dalam rentang peristiwa yang diklaim oleh penyebar unggahan.
Selisih waktu antara perekaman video dan peristiwa gempa menjadi indikator kuat bahwa unggahan tersebut tidak akurat. Video yang beredar bukanlah dokumentasi tsunami, melainkan dokumentasi fenomena cuaca ekstrem yang terjadi pada tahun sebelumnya. Dengan kata lain, elemen visual dalam video memang nyata, tetapi konteks yang ditempelkan pada video tersebut menyesatkan publik dan menimbulkan kesan keliru tentang peristiwa kebencanaan.
Dampak penyebaran konten tidak akurat
Penyebaran konten semacam ini berpotensi menimbulkan kepanikan yang tidak perlu. Ketika rekaman lama dipakai ulang dengan narasi bencana baru, masyarakat dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang keliru, termasuk melakukan tindakan yang tidak diperlukan atau mengabaikan informasi resmi yang sebenarnya. Verifikasi terhadap asal-usul konten menjadi langkah penting sebelum membagikan kembali unggahan yang beredar.
Masyarakat diimbau untuk memeriksa kebenaran informasi melalui sumber resmi, seperti lembaga penanggulangan bencana, badan meteorologi, klimatologi, dan geofisika, serta kanal resmi pemerintah. Keberadaan video lama yang beredar kembali dengan konteks baru merupakan pola yang kerap ditemukan dalam penyebaran hoaks, dan pola tersebut kembali terulang dalam kasus ini.
Kesimpulan
Berdasarkan verifikasi yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan video tersebut merekam gelombang tsunami pasca gempa 7,7 magnitudo di NTT adalah keliru. Video tersebut terbukti merupakan rekaman topan super Fung-wong pada 9 November 2025. Unggahan yang mengaitkan rekaman lama dengan peristiwa gempa di NTT masuk dalam kategori konten hoaks karena menyajikan konteks yang tidak sesuai dengan fakta perekaman video.
Rating: HOAX. Masyarakat diimbau tidak menyebarkan unggahan serupa dan selalu memverifikasi informasi kebencanaan dari sumber resmi sebelum mempercayai maupun membagikannya.
Comments (0)