Hoaks Uang Pecahan Rp1 Juta Bergambar Prabowo dan Gibran
Klaim yang BeredarSebuah unggahan menampilkan gambar uang kertas baru pecahan Rp1.000.000 dengan gambar Presiden Prabowo Subianto di bagian depan dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di bagian be...
Klaim yang Beredar
Sebuah unggahan menampilkan gambar uang kertas baru pecahan Rp1.000.000 dengan gambar Presiden Prabowo Subianto di bagian depan dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di bagian belakang. Klaim yang menyertai menyebutkan bahwa uang tersebut akan segera diedarkan oleh Bank Indonesia (BI) sebagai bagian dari emisi terbaru. Narasi yang beredar di platform WhatsApp dan Facebook ini menyulut perdebatan publik, terutama di kalangan pendukung pemerintah.
Pola Persebaran dan Sumber Klaim
Berdasarkan penelusuran Tim Lurusin, gambar tersebut pertama kali muncul di akun Facebook bernama Info Rupiah Terkini pada 10 Juni 2025, sebelum disebarluaskan oleh puluhan akun lain. Akun tersebut bukan merupakan akun resmi BI maupun Kementerian Keuangan. Tidak ada keterangan resmi yang menyertai gambar itu. Captionnya berbunyi: Uang baru Rp1 juta, persembahan untuk negeri. Pola ini menunjukkan taktik disinformasi yang umum: menggunakan akun tidak jelas untuk memviralkan klaim palsu.
Verifikasi Forensik
Tim melakukan verifikasi berlapis. Pertama, konfirmasi langsung ke Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia. Deputi Direktur Departemen tersebut, melalui pesan elektronik pada 12 Juni 2025, menegaskan: Tidak ada rencana penerbitan pecahan Rp1.000.000. Emisi terbaru Rupiah hanya meliputi pecahan Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000, Rp50.000, dan Rp100.000. Pernyataan ini selaras dengan rilis resmi BI pada 17 Agustus 2024 tentang desain uang NKRI yang baru.
Kedua, analisis digital terhadap gambar uang yang beredar. Menggunakan perangkat lunak forensik, ditemukan inkonsistensi pada area wajah dan tepi gambar. Wajah Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran menunjukkan jejak klon dari foto resmi kenegaraan yang diedarkan oleh Sekretariat Presiden. Selain itu, angka nominal 1.000.000 menggunakan font yang berbeda dari standar uang Rupiah resmi.
Ketiga, pengecekan nomor seri. Nomor seri AAA 123456 adalah kode generik yang biasa digunakan dalam proses proofing atau pembuatan contoh desain (mock-up), bukan nomor seri yang sah. Dalam sistem pelacakan Bank Indonesia, tidak ada penugasan nomor seri untuk pecahan tersebut.
Fakta di Lapangan
Secara historis, denominasi tertinggi Rupiah yang pernah beredar adalah Rp100.000. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang serta Peraturan Bank Indonesia tidak memberikan ruang bagi penerbitan pecahan Rp1.000.000 tanpa melalui perubahan legislatif yang substansial, termasuk pertimbangan makroekonomi dan inflasi. Kalaupun hendak diterbitkan, BI wajib menggelar sosialisasi masif dan konsultasi dengan DPR, bukan melalui kebocoran gambar di media sosial.
Lebih lanjut, gambar yang beredar menggunakan latar belakang dan elemen dari uang spesial peringatan Kemerdekaan RI ke-75 yang diterbitkan pada 2020, bukan dari desain reguler. Hal ini menunjukkan bahwa pembuat hoaks dengan sengaja mendaur ulang desain lama untuk membangun kredibilitas semu.
Bank Indonesia secara resmi mengimbau masyarakat untuk hanya mempercayai informasi dari kanal resmi: situs bi.go.id dan akun media sosial terverifikasi. Sampai saat ini, tidak ada rilis tentang uang pecahan Rp1 juta dengan gambar Presiden dan Wakil Presiden.
Kesimpulan
Berdasarkan verifikasi menyeluruh tersebut, klaim bahwa telah diterbitkan uang baru pecahan Rp1.000.000 bergambar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka adalah tidak benar atau hoaks. Gambar tersebut merupakan hasil manipulasi digital yang disebarkan tanpa dasar fakta. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan gambar tersebut dan selalu mengecek kebenaran informasi dari sumber resmi.
Comments (0)