Hatice Çelik: Akademisi Turki yang Memimpin Pusat Kajian ASEAN di Ankara

Nama Hatice Çelik kini menjadi salah satu figur yang menandai semakin eratnya hubungan akademik antara Turki dan Asia Tenggara. Akademisi berkebangsaan Turki ini memimpin Pusat Kajian ASEAN di Univer...

Hatice Çelik: Akademisi Turki yang Memimpin Pusat Kajian ASEAN di Ankara

Nama Hatice Çelik kini menjadi salah satu figur yang menandai semakin eratnya hubungan akademik antara Turki dan Asia Tenggara. Akademisi berkebangsaan Turki ini memimpin Pusat Kajian ASEAN di Universitas Ilmu Sosial Ankara, sebuah perguruan tinggi negeri yang berbasis di ibu kota Turki. Posisi tersebut menempatkan Çelik di garis depan upaya Ankara untuk memahami kawasan yang dihuni ratusan juta penduduk dan tumbuh menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dunia.

Pusat kajian di jantung Ankara

Berdasarkan informasi resmi yang tersedia, Universitas Ilmu Sosial Ankara — dalam bahasa Turki dikenal sebagai Ankara Sosyal Bilimler Üniversitesi — merupakan institusi yang memfokuskan diri pada ilmu-ilmu sosial dan humaniora. Dalam lanskap akademik Turki, kampus ini dikenal aktif membangun kerja sama internasional, termasuk dengan institusi di kawasan Asia.

Sebagai direktur pusat kajian tersebut, Çelik bertanggung jawab mengarahkan riset dan dialog akademik mengenai Asia Tenggara. Peran semacam ini lazimnya mencakup penyelenggaraan seminar dan konferensi, penerbitan hasil kajian, serta pengembangan jejaring dengan universitas dan lembaga riset di negara-negara anggota ASEAN. Pusat kajian seperti ini juga kerap menjadi tempat persinggahan peneliti tamu, sekaligus rujukan bagi kementerian dan kalangan usaha yang membutuhkan analisis tentang kawasan.

Turki dan Asia Tenggara: hubungan yang menguat

Keberadaan pusat kajian ASEAN di Ankara tidak dapat dilepaskan dari arah kebijakan luar negeri Turki yang dalam satu dekade terakhir semakin serius melirik Asia. Data menunjukkan bahwa Turki telah resmi menjadi Mitra Dialog Sektoral ASEAN sejak 2017, sebuah status yang membuka ruang kerja sama sektoral dengan organisasi yang menaungi sepuluh negara Asia Tenggara tersebut.

Pada 2019, Ankara kembali menegaskan orientasi itu dengan meluncurkan inisiatif kebijakan yang dikenal sebagai Asia Anew. Melalui kerangka tersebut, Turki berupaya memperdalam keterlibatan politik, ekonomi, dan kulturalnya dengan kawasan Asia secara menyeluruh. Dalam kerangka itulah pusat kajian yang dipimpin Çelik beroperasi, berfungsi sebagai instrumen intelektual yang menerjemahkan realitas Asia Tenggara ke dalam bahasa akademik dan kebijakan yang dapat dipahami para pemangku kepentingan di Turki.

Minat Ankara terhadap kawasan ini juga tercermin dari agenda hubungan bilateral dengan sejumlah negara anggota ASEAN. Kunjungan tingkat tinggi serta kerja sama di bidang ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan menjadi bagian dari upaya yang terus digulirkan dalam beberapa tahun terakhir.

Mengapa ASEAN penting bagi Ankara

ASEAN mewakili salah satu kawasan dengan pertumbuhan paling dinamis di dunia. Organisasi ini menjadi arena integrasi regional yang terus berkembang, dari kerja sama ekonomi hingga arsitektur keamanan kawasan. Dengan populasi yang mencapai ratusan juta jiwa dan kelas menengah yang terus bertumbuh, kawasan ini menjadi pasar yang semakin menarik bagi banyak negara di luar Asia Tenggara.

Bagi Turki, pemahaman mendalam terhadap Asia Tenggara bukan sekadar kebutuhan keilmuan, melainkan kepentingan strategis jangka panjang. Peran Çelik dalam konteks ini menjadi semakin relevan. Sebagai akademisi yang memimpin kajian ASEAN, ia berada di persimpangan antara dunia keilmuan dan kepentingan strategis dua kawasan yang semakin terhubung. Kontribusinya diharapkan dapat menumbuhkan generasi peneliti Turki yang kompeten dalam studi Asia Tenggara — bidang yang selama ini relatif jarang digarap secara mendalam dibandingkan kajian Eropa atau Timur Tengah.

Profil yang layak disimak

Meski informasi mengenai latar belakang akademik Çelik yang tersedia di ruang publik masih terbatas, posisi yang diembannya di Ankara sudah cukup menjadi penanda arah baru dalam studi kawasan di Turki. Kehadirannya menunjukkan bahwa kajian ASEAN di Turki tidak lagi menjadi perhatian pinggiran, melainkan bagian dari strategi yang lebih luas untuk membangun jembatan intelektual menuju Asia Tenggara.

Dengan tanggung jawab yang diembannya, nama Çelik menjadi salah satu yang layak disimak dalam dinamika hubungan Turki–ASEAN ke depan. Peran yang dijalaninya di Ankara bukan sekadar jabatan administratif; ia mewakili upaya serius untuk menjadikan kajian kawasan sebagai fondasi hubungan antarnegara yang lebih kokoh.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User