Klaim yang Beredar
Di sejumlah platform media sosial, khususnya X dan Facebook, beredar sebuah foto yang menampilkan Presiden Prabowo Subianto berdiri di samping Mahfud MD dengan latar belakang bendera Merah Putih. Foto tersebut disertai klaim bahwa Mahfud MD telah resmi dilantik sebagai Jaksa Agung oleh Presiden Prabowo. Narasi ini dengan cepat menyebar dan memicu diskusi luas. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, klaim tersebut terbukti tidak memiliki dasar kebenaran.
Verifikasi Visual dan Jejak Digital
Tim verifikasi melakukan penelusuran menggunakan metode penelusuran gambar terbalik (reverse image search) melalui mesin pencari Google Images dan Yandex. Hasilnya menunjukkan bahwa foto asli berasal dari acara pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019. Dalam foto asli, tampak Presiden Joko Widodo melantik Mahfud MD sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Foto tersebut kemudian dimanipulasi dengan mengganti wajah Presiden Jokowi menjadi wajah Presiden Prabowo Subianto. Pemeriksaan metadata dari berkas gambar yang beredar juga mengungkapkan ketidaksesuaian tanggal dan waktu pengambilan dengan klaim pelantikan yang disebutkan. Lebih lanjut, analisis dengan perangkat lunak forensik gambar mengidentifikasi adanya artefak penyuntingan pada area transisi antara kepala dan latar belakang, serta perbedaan intensitas cahaya yang tidak alami.
Fakta Pelantikan Jaksa Agung Periode Pemerintahan Baru
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia, Jaksa Agung diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. Setelah dilantik pada 20 Oktober 2024, Presiden Prabowo mengumumkan susunan Kabinet Merah Putih pada 21 Oktober 2024. Dalam pengumuman tersebut, nama yang disebut sebagai Jaksa Agung adalah ST Burhanuddin, yang sebelumnya juga menjabat posisi yang sama sejak 2019. Pelantikan ST Burhanuddin dilaksanakan di Istana Negara pada 21 Oktober 2024, bersama dengan menteri-menteri lainnya. Tidak ada satu pun dokumen resmi, siaran pers, atau rekaman video yang menunjukkan adanya prosesi pelantikan Mahfud MD ke dalam jabatan apa pun di kabinet baru, termasuk posisi Jaksa Agung.
Rekam Jejak Mahfud MD dan Tidak Adanya Dasar Pengangkatan
Mahfud MD merupakan seorang akademisi hukum tata negara, mantan hakim konstitusi, dan pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi. Pada periode 2019–2024, ia menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo. Mahfud MD mengundurkan diri dari jabatannya pada awal Februari 2024 setelah resmi mendaftar sebagai calon wakil presiden mendampingi Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024. Sejak itu, ia tidak lagi memegang jabatan eksekutif. Tidak ada peraturan perundang-undangan atau keputusan presiden yang merekomendasikan atau menetapkan Mahfud MD sebagai Jaksa Agung. Selain itu, melalui akun media sosial resminya, Mahfud MD tidak pernah mengonfirmasi, bahkan beberapa kali secara tidak langsung menepis rumor keterlibatannya dalam susunan kabinet pascapilpres.
Klarifikasi dari Lembaga Resmi
Pihak Istana Kepresidenan melalui Biro Pers, Media, dan Informasi tidak pernah mengeluarkan rilis mengenai pelantikan Mahfud MD sebagai Jaksa Agung. Kejaksaan Agung RI juga menegaskan bahwa pimpinan lembaga adhyaksa saat ini adalah ST Burhanuddin yang telah menjalankan tugas sejak dilantik kembali. Juru bicara Kejaksaan Agung menyatakan bahwa informasi yang menyebutkan ada pelantikan Jaksa Agung lain adalah tidak benar dan merupakan fitnah yang dapat menyesatkan publik. Hingga saat ini, tidak ada pernyataan resmi dari Presiden Prabowo atau Sekretariat Kabinet yang mengindikasikan penunjukkan Mahfud MD ke posisi tersebut.
Modus dan Dampak Informasi Keliru
Pola penyebaran klaim ini serupa dengan disinformasi politik lainnya yang marak terjadi di masa transisi pemerintahan. Manipulasi gambar dengan mengganti wajah tokoh publik dalam konteks palsu bertujuan menciptakan persepsi seolah-olah terjadi pengangkatan kontroversial. Dalam kasus ini, klaim tersebut berpotensi memicu kebingungan mengenai susunan pejabat negara yang sah, serta dapat merusak reputasi pihak-pihak yang disebut tanpa dasar. Pemeriksaan fakta menjadi krusial untuk meluruskan informasi dan mencegah penyebaran lebih luas.
Kesimpulan Verifikasi
Berdasarkan keseluruhan bukti yang dikumpulkan—mulai dari hasil penelusuran gambar asli, analisis forensik digital, fakta pelantikan Jaksa Agung yang sesungguhnya, rekam jejak tokoh terkait, hingga ketiadaan konfirmasi dari lembaga resmi—dapat disimpulkan bahwa klaim bahwa foto Presiden Prabowo melantik Mahfud MD sebagai Jaksa Agung adalah hoaks. Foto yang beredar merupakan hasil suntingan dari dokumentasi pelantikan menteri tahun 2019, dan tidak pernah terjadi pengangkatan Mahfud MD ke posisi Jaksa Agung dalam pemerintahan yang sekarang. Masyarakat diimbau untuk memverifikasi setiap informasi yang diterima melalui kanal resmi pemerintah dan lembaga pemeriksa fakta tepercaya.
Comments (0)