Oct 19, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

El Nino dan Krisis Lahan Gambut Memperparah Kebakaran Hutan

Fenomena iklim El Nino kembali menjadi sorotan dalam diskusi mengenai bencana kebakaran hutan dan lahan yang berulang terjadi di Indonesia. Berdasarkan verifikasi terhadap data iklim dan laporan lingk...

El Nino dan Krisis Lahan Gambut Memperparah Kebakaran Hutan

Fenomena iklim El Nino kembali menjadi sorotan dalam diskusi mengenai bencana kebakaran hutan dan lahan yang berulang terjadi di Indonesia. Berdasarkan verifikasi terhadap data iklim dan laporan lingkungan, terdapat keterkaitan antara anomali cuaca global tersebut dengan peningkatan risiko kebakaran, terutama ketika berinteraksi dengan kondisi lahan gambut yang terus mengalami penyusutan. Artikel ini membedah klaim bahwa El Nino menjadi pemicu utama, sekaligus menelusuri faktor struktural yang sering terabaikan dalam narasi publik.

Klaim: El Nino Sebagai Pemicu Utama Kebakaran

Klaim yang beredar menyebutkan bahwa El Nino secara langsung menyebabkan kebakaran hutan di Indonesia. Sumber klaim ini umumnya merujuk pada pola musim kemarau panjang yang menyertai fenomena tersebut. Verifikasi terhadap data meteorologi menunjukkan bahwa El Nino memang berkorelasi dengan penurunan curah hujan di wilayah Indonesia, khususnya bagian selatan. Namun, korelasi tidak sama dengan kausalitas tunggal. Faktanya adalah El Nino menciptakan kondisi cuaca yang kondusif bagi penyebaran api, bukan menjadi satu-satunya penyebab. Data menunjukkan bahwa kebakaran besar pada tahun-tahun El Nino kuat selalu disertai faktor lain, terutama aktivitas pembukaan lahan dan kondisi gambut yang kering.

Peran Kritis Lahan Gambut yang Menyusut

Berdasarkan verifikasi terhadap peta sebaran gambut, luas lahan gambut di Indonesia mengalami tekanan konversi yang signifikan selama beberapa dekade terakhir. Klaim bahwa berkurangnya lahan gambut memperparah dampak El Nino terbukti memiliki dasar kuat. Lahan gambut yang masih utuh memiliki kemampuan menyimpan air dalam jumlah besar, sehingga lebih tahan terhadap kekeringan. Sebaliknya, gambut yang telah dikeringkan melalui kanalisasi dan alih fungsi lahan berubah menjadi bahan bakar yang sangat mudah terbakar. Faktanya adalah kebakaran pada lahan gambut jauh lebih sulit dipadamkan karena api menjalar di bawah permukaan dan menghasilkan asap tebal dalam waktu lama. Sumber resmi dari lembaga lingkungan mencatat bahwa titik panas sering terkonsentrasi pada area gambut yang terdegradasi, bukan pada hutan primer yang masih alami.

Data menunjukkan bahwa ketika El Nino memperpanjang musim kemarau, gambut yang telah kering menjadi pemicu ledakan kebakaran yang skalanya melampaui kebakaran permukaan biasa. Kondisi ini bertentangan dengan asumsi bahwa kebakaran hutan murni disebabkan oleh cuaca ekstrem semata. Verifikasi lapangan menunjukkan bahwa lahan gambut yang terjaga kelembapannya cenderung tidak terbakar meskipun berada di bawah tekanan El Nino yang sama.

Kombinasi Cuaca Ekstrem dan Degradasi Lingkungan

Bukti yang terkumpul mengarah pada kesimpulan bahwa kebakaran hutan di Indonesia merupakan hasil interaksi antara anomali iklim dan degradasi lingkungan. Klaim yang menyederhanakan penyebab pada El Nino saja berpotensi menyesatkan, karena mengabaikan tanggung jawab pengelolaan lahan. Berdasarkan verifikasi terhadap laporan pemantauan titik panas, jumlah titik api meningkat tajam tidak hanya saat El Nino kuat, tetapi juga pada area dengan riwayat kebakaran sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya pola akumulasi risiko yang berkaitan dengan perubahan tutupan lahan.

Sumber resmi menegaskan bahwa restorasi gambut dan pengelolaan hidrologi yang tepat menjadi kunci untuk mengurangi dampak El Nino di masa depan. Tanpa perbaikan pada aspek ini, setiap siklus El Nino akan terus menghasilkan kebakaran besar dengan konsekuensi lintas negara. Data menunjukkan bahwa emisi karbon dari kebakaran gambut menyumbang porsi signifikan terhadap total emisi nasional pada tahun-tahun kejadian, yang bertentangan dengan komitmen pengurangan emisi.

Kesimpulan dari verifikasi ini adalah bahwa pernyataan mengenai El Nino yang memperparah kebakaran hutan akibat berkurangnya lahan gambut tergolong SEBAGIAN BENAR. El Nino memang faktor penguat yang nyata, namun penyebab utamanya tetap pada kondisi lahan yang telah terdegradasi. Narasi yang hanya menyalahkan cuaca berisiko menutupi kebutuhan mendesak akan perlindungan gambut yang tersisa. Pembaca disarankan untuk melihat isu ini secara utuh: cuaca ekstrem adalah pemicu, sementara kerusakan lahan adalah bahan bakarnya. Tanpa memutus keduanya, kebakaran akan terus berulang setiap kali El Nino datang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User