Destry Damayanti, Sosok di Balik Transisi Kepemimpinan Bank Indonesia

Pergantian tampuk pimpinan di Bank Indonesia (BI) kembali menjadi sorotan. Jabatan Gubernur BI untuk sementara diamanahkan kepada Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior yang selama ini menjadi tanga...

Destry Damayanti, Sosok di Balik Transisi Kepemimpinan Bank Indonesia

Pergantian tampuk pimpinan di Bank Indonesia (BI) kembali menjadi sorotan. Jabatan Gubernur BI untuk sementara diamanahkan kepada Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior yang selama ini menjadi tangan kanan Perry Warjiyo. Penunjukan ini menjadi tonggak sejarah: untuk pertama kalinya seorang perempuan menduduki posisi nomor satu di bank sentral, meski dalam kapasitas sementara.

Pendidikan dan Awal Karier

Destry Damayanti mengawali langkah akademiknya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Minatnya terhadap kebijakan moneter membawanya melanjutkan studi ke Inggris. Ia memperoleh gelar doktor di University of Birmingham, dengan disertasi yang menganalisis transmisi kebijakan moneter dan stabilitas keuangan. Lulus dengan pujian, ia kembali ke Indonesia dan bergabung dengan Bank Indonesia pada era 1990-an.

Perlahan tapi pasti, Destry menapaki berbagai posisi strategis. Ia sempat memimpin Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, pusat analisis yang memformulasikan arah suku bunga acuan, inflasi, dan proyeksi makroekonomi. Di sinilah ia terlibat dalam merespons krisis moneter Asia hingga gejolak global 2008.

Peran Kunci di Puncak Manajemen BI

Puncak karier Destry di BI terlihat pada 2015 saat ia diangkat sebagai Deputi Gubernur, membawahi area moneter dan sistem pembayaran. Lima tahun berselang, tepatnya pada 2020, ia dipercaya menduduki jabatan Deputi Gubernur Senior—posisi kedua tertinggi di bank sentral. Sebagai arsitek kebijakan harian, ia mengoordinasikan direktorat moneter, makroprudensial, dan internasional, serta menjadi representasi BI dalam forum global seperti G20 dan IMF.

Selama pandemi COVID-19, kontribusinya sangat vital. Destry termasuk arsitek skema burden sharing antara BI dan Kementerian Keuangan, di mana bank sentral membeli surat berharga pemerintah langsung di pasar perdana untuk membiayai pemulihan ekonomi. Langkah ini memicu diskusi tentang independensi BI, namun di sisi lain menjadi tulang punggung pembiayaan stimulus fiskal. Di bawah kepengawasannya, inflasi inti berhasil dijaga di kisaran target, cadangan devisa menguat, dan sistem pembayaran digital seperti QRIS dan BI-FAST tumbuh pesat.

Pengalaman Lintas Sektor

Sebelum kembali ke BI sebagai Deputi Gubernur, Destry sempat mengembangkan karier di luar bank sentral. Ia pernah duduk sebagai komisaris di beberapa BUMN keuangan, termasuk Bank Mandiri, dan menjadi anggota dewan pengawas lembaga strategis. Pengalaman ini memberinya wawasan mendalam tentang dinamika sektor riil, tata kelola perusahaan, serta sinergi antara kebijakan moneter dan kebutuhan dunia usaha.

Reputasinya yang mumpuni membuat Destry kerap diundang sebagai pembicara di konferensi internasional. Ia juga aktif menyuarakan pentingnya pemberdayaan perempuan dalam ekonomi, sebuah perspektif yang memperkaya setiap kebijakan yang ia cetuskan.

Tantangan di Era Baru

Menakhodai BI meski sementara bukanlah tugas ringan. Destry menghadapi ketidakpastian global: suku bunga acuan The Fed yang masih tinggi, gejolak geopolitik yang memicu volatilitas aliran modal, serta tekanan inflasi pangan dan energi domestik. Pasar mencermati setiap pernyataannya, terutama terkait arah suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR). Apakah ia akan mempertahankan sikap hawkish khas Perry Warjiyo atau justru memberi sinyal pelonggaran, menjadi pertanyaan yang akan memengaruhi pergerakan rupiah dan obligasi.

Sebagai teknokrat yang telah mendedikasikan lebih dari tiga dekade untuk bank sentral, Destry Damayanti dipandang sebagai figur yang memahami betul denyut nadi moneter Indonesia. Masa transisi ini menjadi ujian tidak hanya bagi kredibilitasnya pribadi, tetapi juga bagi institusi BI untuk membuktikan bahwa regenerasi kepemimpinan berjalan mulus dan berbasis meritokrasi. Di tengah sorotan, Destry mengemban tanggung jawab untuk menjaga stabilitas sistem keuangan negeri ini tetap kokoh.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User