Destry Damayanti: Belum Ada Usulan Resmi Calon Gubernur BI
JAKARTA — Penjabat Sementara Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan bahwa pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto belum menghasilkan rekomendasi apa pun terkait pengisian jabata...
JAKARTA — Penjabat Sementara Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan bahwa pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto belum menghasilkan rekomendasi apa pun terkait pengisian jabatan pucuk pimpinan bank sentral secara definitif. Keterangan itu disampaikan Destry selepas menghadiri panggilan di Istana Negara, yang memicu spekulasi publik tentang siapa pengganti tetap Perry Warjiyo.
Pertemuan Tertutup di Istana Negara
Destry menyambangi Istana pada Selasa pagi. Tidak banyak yang terungkap dari pertemuan berdurasi sekitar satu jam tersebut. Namun, berdasarkan penjelasan terbatas yang diberikan usai pembicaraan, tampak bahwa diskusi masih berada pada tataran umum mengenai stabilitas moneter dan tantangan ekonomi terkini. “Agendanya lebih ke konsultasi rutin, bukan pembahasan personalia,” tutur Destry singkat kepada awak media.
Meski demikian, kedatangannya sebagai figur tertinggi di Bank Indonesia sementara waktu ini otomatis menarik perhatian. Publik dan pelaku pasar keuangan sedang menanti kepastian kapan Presiden akan mengajukan calon tunggal gubernur untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Perry Warjiyo.
Tak Ada Rekomendasi Resmi
Sejumlah pihak menduga bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari tahapan penjajakan sebelum Presiden secara resmi mengirimkan surat pemberitahuan kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Spekulasi ini langsung ditepis. “Sampai saat ini belum ada usulan nama yang disodorkan kepada saya, apalagi yang sudah disepakati untuk dikirim ke DPR,” ujar Destry dengan nada tegas. Ia menambahkan bahwa seluruh proses pengisian jabatan tetap mengikuti mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia.
Sesuai ketentuan, Presiden berhak mengajukan satu nama calon Gubernur BI untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR. Sampai titik ini, tidak ada tanda-tanda bahwa proses tersebut telah dimulai.
Destry: Saya Hanya Pelaksana Tugas
Ketika awak media kembali mengonfirmasi tentang kemungkinan dirinya diajukan sebagai kandidat permanen, Destry merendah. Ia menekankan bahwa statusnya saat ini tidak lebih dari sekadar pengemban amanah administratif selama masa transisi. “Saya hanya menjalankan fungsi penjabat sementara; tidak ada arahan dari Presiden untuk hal-hal di luar itu. Tanggung jawab kami memastikan mesin Bank Indonesia tetap bekerja normal,” jelasnya.
Pernyataan ini setidaknya ikut menepis rumor yang menyebut bahwa Destry adalah kandidat yang sudah dikantongi oleh lingkaran istana. Analis memperkirakan bahwa Presiden masih membuka ruang evaluasi terhadap sejumlah nama potensial, baik dari internal BI maupun dari luar institusi, sebelum menjatuhkan pilihan final.
Ketidakpastian yang Ditunggu Pasar
Ketiadaan kejelasan tentang kapan nama calon Gubernur BI definitif diumumkan menimbulkan campuran sikap di kalangan investor. Beberapa pelaku pasar menyatakan bahwa meskipun Bank Indonesia dalam kesehariannya tetap berjalan di bawah kepemimpinan pimpinan sementara, kepastian figur permanen penting untuk memberikan arah strategis lembaga, terutama di tengah tekanan inflasi global dan pelemahan nilai tukar rupiah.
“Pasar sudah cukup conditioned dengan BI yang solid secara kelembagaan, tetapi mereka tetap mendambakan figur yang memiliki otoritas penuh untuk mengambil keputusan besar,” komentar seorang pengamat ekonomi yang enggan disebutkan namanya. Ia menambahkan bahwa Destry merupakan teknokrat dengan rekam jejak panjang di sektor moneter, tetapi spektrum penilaian kandidat biasanya melampaui kompetensi teknis semata.
Senada dengan itu, anggota Komisi XI DPR dari fraksi pendukung pemerintah menyatakan bahwa lembaga perwakilan belum menerima pemberitahuan resmi dari Presiden. “Kami tetap menunggu. Proses di DPR baru akan bergulir setelah surat presiden masuk. Jadi, semua masih sangat awal,” katanya.
Menanti Langkah Presiden
Destry mengakhiri sesi wawancara tanpa memberi petunjuk lebih jauh. Ia hanya kembali menegaskan bahwa stabilitas moneter saat ini terjaga dan BI akan terus menjalankan mandat konstitusionalnya terlepas dari status definitif pimpinan. “BI bukan tentang satu orang; ini tentang seluruh dewan gubernur dan profesional yang bekerja di dalamnya,” pungkasnya sebelum meninggalkan kompleks Istana.
Kini, mata publik tertuju pada langkah Presiden selanjutnya. Apakah nama yang akan dikirim ke DPR berasal dari internal bank sentral atau dari eksternal — dan apakah hal itu akan terjadi sebelum akhir bulan — masih menjadi pertanyaan terbuka. Satu hal yang pasti, Destry Damayanti, dalam kapasitasnya saat ini, belum diberikan sinyal apa pun oleh kepala negara.
Comments (0)