Build Back Better Menjiwai Seluruh Program Rehabilitasi Aceh 2028
Banda Aceh – Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya untuk menjalankan seluruh agenda pemulihan daerah dengan berpedoman pada prinsip membangun kembali lebih baik atau Build Back Better. Hal ini diun...
Banda Aceh – Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya untuk menjalankan seluruh agenda pemulihan daerah dengan berpedoman pada prinsip membangun kembali lebih baik atau Build Back Better. Hal ini diungkapkan langsung oleh Safrizal ZA, yang menekankan bahwa Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RIRR) Aceh yang berlaku hingga 2028 sepenuhnya mengadopsi semangat tersebut. Pernyataan ini menandai babak penting dalam perjalanan panjang Aceh menuju pemulihan total pascabencana dahsyat dua dekade lalu.
Jejak Pemulihan Pascatsunami 2004
Aceh mencatat sejarah kelam saat gempa dan tsunami Samudra Hindia menerjang pada akhir 2004. Bencana itu meluluhlantakkan infrastruktur, perekonomian, dan sendi sosial masyarakat. Sejak itu, berbagai upaya rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan dalam beberapa fase. Meski sebagian besar program telah rampung, sejumlah pekerjaan strategis masih berlanjut dan diperpanjang hingga 2028 melalui RIRR. Rencana induk ini menjadi acuan utama bagi seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, daerah, maupun mitra internasional.
Memahami Filosofi Build Back Better
Build Back Better bukan sekadar jargon pembangunan. Konsep yang dipopulerkan oleh berbagai lembaga kemanusiaan global ini menekankan bahwa proses pemulihan pascabencana harus menghasilkan kondisi yang lebih baik dari sebelumnya. Bukan hanya mengembalikan keadaan seperti sediakala, melainkan meningkatkan ketangguhan terhadap bencana di masa depan, memperbaiki tata ruang, memperkuat tata kelola, serta memastikan partisipasi masyarakat. Safrizal ZA menegaskan bahwa nilai-nilai inilah yang menjadi roh dari setiap proyek yang digulirkan di bawah payung RIRR Aceh.
Penegasan Arah Kebijakan
"Kami tegaskan bahwa seluruh program yang termaktub dalam Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Aceh sampai tahun 2028 wajib mengikuti kerangka Build Back Better. Tidak ada kompromi. Pembangunan harus menghasilkan ketangguhan, bukan sekadar pemulihan fisik," kata Safrizal dalam sebuah kesempatan di Banda Aceh. Menurutnya, pendekatan ini telah memandu pemerintah dalam merancang infrastruktur tahan gempa, memperbaiki sistem peringatan dini, menata kembali pemukiman, dan membangkitkan ekonomi lokal berbasis risiko bencana.
Rencana Induk Hingga 2028: Cakupan dan Prioritas
RIRR Aceh yang diperpanjang hingga 2028 mencakup beragam sektor. Mulai dari pembangunan rumah tahan gempa, revitalisasi pelabuhan dan jalan, pengembangan pariwisata berkelanjutan, hingga penguatan kapasitas kelembagaan penanggulangan bencana. Data menunjukkan bahwa sebagian besar proyek infrastruktur vital sudah memasuki tahap akhir, namun aspek nonfisik seperti pemberdayaan ekonomi dan pengarusutamaan pengurangan risiko bencana masih membutuhkan perhatian serius. Safrizal menyebut, perpanjangan periode RIRR memberikan kesempatan untuk menyempurnakan capaian-capaian sebelumnya dan memastikan tidak ada target yang terbengkalai.
Wujud Nyata Build Back Better di Lapangan
Beberapa contoh konkret penerapan prinsip ini antara lain pembangunan rumah dengan konstruksi tahan gempa yang dilengkapi jalur evakuasi, pembangunan shelter vertikal di kawasan pesisir, serta penataan kembali kawasan permukiman yang sebelumnya berada di zona rawan. Di bidang ekonomi, program pemulihan mata pencaharian tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga mengintegrasikan pelatihan mitigasi bencana agar masyarakat siap menghadapi ancaman serupa di kemudian hari. "Pendekatan ini menjadikan masyarakat bukan hanya penerima manfaat, tapi aktor utama dalam membangun ketahanan," tambah Safrizal.
Tantangan dan Pengawasan Ketat
Meski demikian, perjalanan menuju 2028 bukan tanpa hambatan. Koordinasi lintas lembaga, keterbatasan anggaran, dan perubahan tata guna lahan menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Safrizal ZA menyatakan bahwa pihaknya terus memperkuat sistem monitoring dan evaluasi untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai koridor Build Back Better. Setiap penyimpangan akan langsung ditindak agar tidak menghamburkan kepercayaan publik dan mitra pembangunan.
Harapan untuk Aceh yang Lebih Tangguh
Dengan menjadikan Build Back Better sebagai landasan, Aceh optimistis mampu menuntaskan fase rehabilitasi dan rekonstruksi pada 2028 dengan hasil yang berkelanjutan. Safrizal ZA mengajak semua elemen masyarakat untuk aktif mengawal pelaksanaan program. "Ini bukan hanya tentang proyek selesai, tetapi tentang masa depan Aceh yang lebih aman, lebih sejahtera, dan lebih siap menghadapi apa pun," pungkasnya. Semangat ini diharapkan menjadi warisan bagi generasi mendatang, bahwa dari keterpurukan, Aceh bangkit lebih kuat.
Comments (0)