Oct 09, 2026
factcheck

BRI Hadirkan BRImo Junior, Wujudkan Literasi Finansial Anak Sejak Dini

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) resmi menghadirkan fitur baru dalam ekosistem layanan perbankan digitalnya, yakni BRImo Junior. Layanan ini dirancang khusus bagi nasabah anak hingga usia 17 tahun, deng...

BRI Hadirkan BRImo Junior, Wujudkan Literasi Finansial Anak Sejak Dini

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) resmi menghadirkan fitur baru dalam ekosistem layanan perbankan digitalnya, yakni BRImo Junior. Layanan ini dirancang khusus bagi nasabah anak hingga usia 17 tahun, dengan tetap berada dalam pengawasan orang tua sebagai pendamping utama.

Langkah ini menandai pergeseran pendekatan industri perbankan nasional terhadap segmen usia muda. Jika sebelumnya akses layanan keuangan digital identik dengan nasabah dewasa, kini BRI membuka jalur formal bagi anak-anak untuk mengenal produk perbankan sejak dini melalui perangkat yang mereka kenal sehari-hari.

Inisiatif tersebut tidak semata berorientasi pada penambahan basis nasabah. Ada dimensi edukatif yang ditekankan, yakni pembentukan kebiasaan finansial sehat sejak usia sekolah. Anak diperkenalkan pada konsep menabung, mengelola uang, dan bertransaksi secara terukur, sementara orang tua berperan sebagai pengawas dan pemberi persetujuan.

Konsep Pendampingan Orang Tua

Kehadiran BRImo Junior menempatkan orang tua sebagai poros utama. Berdasarkan penjelasan resmi perusahaan, akun anak tidak berdiri sendiri secara bebas. Ada mekanisme pengawasan yang memungkinkan orang tua memantau aktivitas transaksi, menetapkan batas, serta memberikan persetujuan atas operasi tertentu.

Pendekatan ini sejalan dengan kerangka perlindungan konsumen di sektor keuangan, terutama untuk kelompok rentan seperti anak-anak. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam berbagai dokumen resminya menekankan pentingnya perlindungan data dan transaksi bagi nasabah berusia di bawah umur, termasuk kewajiban keterlibatan wali atau orang tua dalam pembukaan rekening.

Dengan demikian, BRImo Junior dapat dibaca sebagai upaya menjembatani dua kebutuhan sekaligus: memperluas inklusi keuangan sejak dini, dan memastikan ada rambu pengamanan yang memadai. Data menunjukkan bahwa inklusi keuangan digital di Indonesia terus tumbuh, namun literasi keuangan sering tertinggal di belakangnya. Kesenjangan inilah yang coba dijembatani melalui produk semacam ini.

Literasi Finansial dan Kebiasaan Sejak Dini

Survei nasional tentang literasi dan inklusi keuangan yang dirilis OJK secara berkala memperlihatkan pola yang konsisten: indeks inklusi kerap lebih tinggi dibanding indeks literasi. Artinya, banyak masyarakat yang sudah memakai produk keuangan, tetapi belum sepenuhnya memahami risiko dan mekanismenya. Kondisi ini menimbulkan kerentanan, termasuk bagi generasi muda yang terpapar gawai sejak usia dini.

BRImo Junior menyasar celah tersebut. Dengan mengenalkan anak pada pencatatan transaksi, saldo, dan tujuan menabung, diharapkan terbentuk pemahaman yang lebih matang sebelum mereka memasuki usia produktif. Konsep ini sejalan dengan praktik di sejumlah negara yang memasukkan pendidikan keuangan ke dalam kurikulum sekolah maupun program perbankan khusus anak.

Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada peran serta orang tua dan sekolah. Tanpa pendampingan yang konsisten, aplikasi semacam ini berisiko hanya menjadi alat transaksi tanpa nilai edukatif. Karena itu, aspek literasi tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada teknologi.

Posisi dalam Ekosistem Perbankan Digital

Langkah BRI ini memperkuat lanskap persaingan layanan perbankan digital di Indonesia. Beberapa bank lain juga telah mengembangkan produk serupa untuk segmen anak dan remaja. Perbedaan biasanya terletak pada fitur kontrol orang tua, tingkat integrasi dengan aplikasi utama, serta kemudahan penggunaan.

Dalam konteks industri, kehadiran BRImo Junior memperlihatkan bahwa digitalisasi perbankan tidak lagi hanya soal kecepatan dan kemudahan bagi orang dewasa, tetapi juga soal menjangkau kelompok usia yang lebih muda secara bertanggung jawab. Ini menjadi penanda bahwa inklusi keuangan dipahami sebagai proses jangka panjang, bukan sekadar penambahan jumlah rekening.

Meski demikian, pengamat keuangan mengingatkan bahwa produk untuk anak perlu dievaluasi secara berkala. Perlindungan data pribadi, keamanan transaksi, serta potensi konsumsi berlebihan harus menjadi perhatian utama. Tanpa pengawasan berlapis, tujuan mulia literasi finansial bisa bergeser menjadi sekadar perluasan pasar.

Secara keseluruhan, kehadiran BRImo Junior menegaskan arah baru perbankan nasional yang menyasar pembentukan kebiasaan finansial sejak dini. Keberhasilannya tidak diukur hanya dari jumlah pengguna, tetapi dari seberapa besar pemahaman yang tumbuh pada generasi muda.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hafiz-rahman

Data Journalist. Mengungkap fakta melalui data. Spesialisasi: analisis forensik digital.

Comments (0)

User