Nasional
Paraguay vs Prancis, Buah Menanamkan Filosofi Cakar Guarani
RADARBANDUNG.ID, PHILADELPHIA—Soliditas pertahanan Paraguay sejak fase grup sampai babak 32 besar tak lepas dari filosofi yang dibawa para pemain dari klub mereka.
Khususnya para penggawa dari klub anggota Los Tres Grandes, sebutan bagi tiga klub papan atas negeri yang beribu kota di Asuncion tersebut.
Ketiga klub itu adalah Cerro Porteno, Club Olimpia, dan Club Libertad. Delapan pemain bertipikal bertahan yang ada di skuad Los Guaranies, julukan timnas Paraguay, di Piala Dunia 2026 memulai karier sepak bola di dua dari ketiga klub tersebut.
Lima di antaranya binaan Akademi Cerro Porteno: Gatito Fernandez, Gustavo Velazquez, Omar Alderete, Fabian Balbuena, dan Junior Alonso. Lalu ada trio Libertad, masing-masing Jose Canale, Gustavo Gomez, dan Diego Gomez.
Mengutip Football Kit, spirit Garra Guarani (secara harfiah artinya “Cakar Guarani” atau “Cakar Penduduk Asli/Indian)” ditanamkan sejak dini dari level akademi klub-klub domestik Paraguay. Termasuk di akademi Los Tres Grandes. Ketahanan fisik, disiplin taktis, dan agresif dalam perebutan bola jadi fokusnya.
Kekuatan itulah yang bakal jadi penghalang Prancis sebagai tim terproduktif dalam Piala Dunia 2026 dalam duel besok (5/7) pagi WIB di Lincoln Financial Field, Philadelphia.
“Saya sudah membayangkan kalau itu akan jadi laga tersulit kami selama di Piala Dunia 2026. Mereka bermain sangat agresif dan mereka juga tahu cara bertahan dengan baik,” puji pelatih Prancis Didier Deschamps, seperti dikutip dari ESPN Deportes.
Adapun kapten Paraguay Gustavo Gomez menyebut visi sang pelatih, Gustavo Alfaro, sudah mampu mengubah gaya permainan Los Guaranies. “Dia berhasil memperkuat mentalitas tim dan mampu menanamkan identitas yang kuat,” puji Gomez. (ren/ttg/Jawa Pos)
Sumber: Radar Bandung
a
admin⏱ 2 menit baca
admin adalah kontributor di Lurusin. Artikel ini diterbitkan pada 04 July 2026.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!