Saturday, 04 July 2026
HOMECARI
Nasional

Ketahui Cara Mengatasi Pasangan yang Suka Mengontrol

admin — 04 July 2026, 10:14
Daftar Isi
  1. Simak Cara Mengatasi Pasangan yang Suka Mengontrol!
  2. Ungkapkan bagaimana perasaanmu mengenai perilaku mengontrol si dia
  3. Tetapkan batasan yang sehat untuk melindungi kesehatan mentalmu
  4. Pertimbangkan untuk berbicara dengan seorang terapis
  5. Ketahui kapan harus mengakhiri hubungan dan cara melakukannya dengan aman

Cosmo Babes, ada kalanya seseorang terjebak dengan pasangan yang suka mengontrol. Well, apakah kamu salah satunya?

Perilaku pasangan yang suka mengontrol ini terkadang juga sering tidak disadari, atau pasangan yang mungkin menutupi atau mengalihkan perilakunya sebagai bentuk perhatian atau rasa sayang.

Keep in mind bahwa perilaku mengontrol dan perilaku yang menunjukkan perhatian berbeda, Babes.

Pasangan yang benar-benar khawatir dan perhatian denganmu akan berkata, "Jika kamu pulang larut malam setelah bermain dengan temanmu, aku akan menjemputmu supaya kamu tidak sendirian", sementara pasangan yang mengontrol akan mengucapkan, "Kamu tidak boleh pergi dengan temanmu, kamu hanya boleh pergi denganku". See the difference, right?

Ketika kamu menjadi korban dari perilaku mengontrol pasanganmu, hal itu bisa membuatmu merasa malu, marah, atau rendah diri, Babes.

Dalam case yang terbilang parah, perilaku mengontrol terkadang mencakup pola perilaku yang disebut pengendalian paksa, di mana seseorang sangat mungkin menghadapi ancaman, intimidasi, atau pelecehan.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui cara mengatasi pasangan yang suka mengontrol, Babes.

Simak Cara Mengatasi Pasangan yang Suka Mengontrol!

Well, berikut ini Cosmo telah merangkum beberapa cara mengatasi pasangan yang suka mengontrol. Check this out, Cosmo Babes~

Ungkapkan bagaimana perasaanmu mengenai perilaku mengontrol si dia

First thing first, komunikasi dapat menjadi langkah pertama yang bermanfaat ketika menghadapi tantangan dalam hubungan. Mungkin pasangan kamu tidak menyadari bahwa mereka bertindak secara mengontrol atau bahwa hal itu berdampak negatif pada dirimu.

Oleh karena itu, berbicara kepada mereka tentang bagaimana perilaku mereka membuat kamu merasa dapat membantu mereka menyadari ketidaknyamanan atau kerugian yang mereka timbulkan dan melakukan penyesuaian.

Saat membahas topik ini, cobalah untuk menggunakan contoh spesifik, dan cobalah untuk menjaga nada percakapan tetap tenang. Mulailah dengan niat untuk mengatasi masalah bersama-sama, alih-alih menuduh atau menyalahkan.

Tetapkan batasan yang sehat untuk melindungi kesehatan mentalmu

Batasan adalah limit yang dapat kamu tetapkan untuk menjaga diri sendiri tetap aman, Dear. Menetapkan batasan dapat bermanfaat jika kamu berada dalam hubungan dengan seseorang yang menunjukkan perilaku mengontrol karena kamu dapat membantu mereka memahami ketidaknyamanan.

Misalnya, jika kamu ingin menikmati waktu berdua dengan seorang teman, kamu bisa meminta pasangan untuk tidak meneleponmu saat kamu dan teman sedang makan siang. Jika kamu tidak suka ketika pasangan mengkritik pilihan yang kamu buat di tempat kerja, kamu bisa meminta mereka untuk menahan diri dari berkomentar atau memberikan saran.

Pertimbangkan untuk berbicara dengan seorang terapis

Seorang terapis dapat membantu mereka yang berada dalam hubungan yang mengontrol atau mereka yang sering kali terjebak dalam dinamika semacam ini, Babes.

Memiliki pasangan, teman, atau keluarga yang menunjukkan perilaku ini bukanlah kesalahanmu. Namun, seorang konselor terlatih dapat membantu kamu belajar mengelola atau berpotensi menghindari situasi ini di masa mendatang.

Terapis dapat memulai dengan membantumu mengidentifikasi penyebab perilaku mengontrol pasanganmu. Selain itu, terapi dapat membantumu atau pasangan membangun harga diri, seperti yang dibuktikan oleh sebuah studi tahun 2017 yang menemukan korelasi antara terapi perilaku kognitif (CBT) dan peningkatan harga diri.

Seorang terapis juga dapat membantumu menjadi lebih asertif, berkomunikasi lebih jelas, belajar menetapkan batasan yang sehat atau mengidentifikasi tanda-tanda bahaya pada pasangan baru, dan menghidupkan kembali gairahmu.

Ketahui kapan harus mengakhiri hubungan dan cara melakukannya dengan aman

Babes, keep in mind bahwa setiap orang berhak merasa aman dan dihormati dalam menjalani suatu hubungan.

Jika kamu sering mempertanyakan hubunganmu atau merasa bingung apakah harus tetap bersama atau berpisah, kamu perlu memiliki rencana keselamatan yang terorganisir untuk membantumu berjaga-jaga.

Kekerasan bisa meningkat setelah adanya putus hubungan, jadi sangat penting untuk memiliki sejumlah langkah untuk menjaga dirimu tetap aman.

Misalnya, setelah mengakhiri hubungan dengan pasangan yang mengontrol, selalu kelilingi diri kamu dengan orang-orang terdekat, hindari sementara tempat-tempat yang biasa kamu kunjungi bersama mantan pasangan, hingga membatasi komunikasi dengan mantan pasangan.

Sumber: Cosmopolitan Indonesia

a
admin⏱ 3 menit baca

admin adalah kontributor di Lurusin. Artikel ini diterbitkan pada 04 July 2026.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!