Bulog Jabar Percepat Bantuan Pangan dan Genjot Distribusi Beras SPHP, Jaga Harga Tetap Stabil
RADARBANDUNG.ID, BANDUNG – Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Barat mempercepat penyaluran Bantuan Pangan Beras sekaligus menggenjot distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga beras di pasaran, memperkuat pasokan pangan, serta memastikan masyarakat memperoleh beras dengan harga yang terjangkau.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Barat, Nurman Susilo mengatakan, pihaknya bersama pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk meredam potensi kenaikan harga beras di sejumlah daerah. Salah satu strategi yang dilakukan adalah mempercepat penyaluran bantuan pangan dan memperluas distribusi beras SPHP ke pasar-pasar pencatatan inflasi (SP2KP) maupun pasar tradisional.
Menurut Nurman, hingga 2 Juli 2026, realisasi penyaluran Bantuan Pangan Beras untuk alokasi Februari–Maret 2026 telah mencapai 100 persen di tingkat titik distribusi. Total komoditas yang disalurkan mencapai 121.870.600 kilogram beras dan 24.374.120 liter minyak goreng.
Sementara itu, penyaluran kepada Penerima Bantuan Pangan (PBP) telah mencapai 99,90 persen, atau telah diterima oleh 6.087.709 penerima manfaat di Jabar.
“Program Bantuan Pangan ini diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Kehadirannya dapat membantu meredam tekanan harga beras di pasar SP2KP, pasar tradisional, maupun ritel modern. Saat ini sisa penyaluran terus kami maksimalkan agar dampaknya semakin memperkuat daya beli masyarakat,” ujar Nurman.
Selain mempercepat penyaluran bantuan sosial, Bulog Jabar juga meningkatkan distribusi beras SPHP sebagai instrumen stabilisasi harga di pasar. Hingga pertengahan tahun 2026, realisasi penyaluran beras SPHP telah mencapai 44.000 ton atau sekitar 43,55 persen dari target tahunan.
Distribusi beras SPHP dilakukan melalui berbagai jalur resmi, mulai dari pasar tradisional, kios pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.
“Beras SPHP merupakan beras yang disubsidi pemerintah sehingga masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga terjangkau tanpa mengurangi kualitas. Karena itu, distribusinya terus kami perluas dan dipercepat agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat, khususnya di Jawa Barat. Masyarakat juga tidak perlu khawatir karena stok beras SPHP di gudang Bulog Jabar masih sangat mencukupi,” katanya.
Nurman menambahkan, percepatan penyaluran bantuan pangan dan distribusi beras SPHP menjadi strategi pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan sehingga gejolak harga dapat ditekan.
Ia memastikan seluruh Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang tersimpan di gudang Bulog Jabar berada dalam kondisi baik, terawat, dan siap disalurkan sewaktu-waktu sesuai penugasan pemerintah.
Untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran, Bulog Jabar terus bersinergi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Satgas Pangan Polri, serta pemerintah daerah. Pengawasan dilakukan secara berkelanjutan guna menjaga kelancaran distribusi sekaligus mencegah penyimpangan di lapangan.
“Kepada masyarakat, khususnya di Jawa Barat, kami tegaskan bahwa ketersediaan stok Cadangan Beras Pemerintah di gudang Bulog sangat cukup dan aman, bahkan diproyeksikan mencukupi hingga tahun 2027. Bersama Satgas Pangan Polri, Bapanas, dan pemerintah daerah, kami terus berupaya menjaga stabilitas harga beras di pasar,” tegas Nurman. (nto)
Sumber: Radar Bandung
admin adalah kontributor di Lurusin. Artikel ini diterbitkan pada 04 July 2026.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!