Saturday, 04 July 2026
HOMECARI
Nasional

Salah Menangis, Mesir Ukir Sejarah ke 16 Besar Piala Dunia 2026

admin — 04 July 2026, 09:06

Kemenangan tersebut memastikan Mesir melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi juara bertahan Argentina, yang sebelumnya lolos secara dramatis setelah menyingkirkan Tanjung Verde 3-2 lewat babak tambahan.Laga berlangsung ketat sejak awal. Mesir justru unggul lebih dulu pada menit ke-13 melalui sundulan Emam Ashour yang memanfaatkan umpan silang Karim Hafez dari sisi kanan. Gol tersebut menjadi gol kedua Ashour di turnamen ini sekaligus membuat Mesir telah mencetak enam gol sepanjang Piala Dunia 2026, lebih banyak dibanding total gol mereka pada tiga penampilan sebelumnya di Piala Dunia edisi 1934, 1990, dan 2018.Australia sebenarnya tampil agresif. Cristian Volpato hampir membuka keunggulan pada menit kelima, tetapi tendangan jarak jauhnya hanya membentur mistar gawang.Keunggulan Mesir bertahan hingga turun minum. Namun memasuki babak kedua, Australia akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-55 melalui gol bunuh diri Mohamed Hany. Bek Mesir itu salah mengantisipasi tendangan bebas Aiden O'Neill sehingga bola justru masuk ke gawang sendiri.Gol tersebut mencatat sejarah tersendiri. Mohamed Hany menjadi pemain kedua dalam sejarah Piala Dunia yang mencetak dua gol bunuh diri dalam satu edisi turnamen. Sebelumnya ia juga mencetak gol bunuh diri saat Mesir bermain imbang melawan Belgia di fase grup. Sementara itu, gol tersebut menjadi gol bunuh diri ke-13 sepanjang Piala Dunia 2026, memecahkan rekor 12 gol bunuh diri yang tercipta pada edisi 2018.Beberapa menit sebelum gol bunuh diri itu, Hany sempat mendapat perawatan cukup lama akibat benturan keras dengan gelandang Australia Connor Metcalfe. Tim medis bahkan menyiapkan tandu karena dikhawatirkan mengalami gegar otak, namun bek tersebut akhirnya melanjutkan pertandingan.Australia dan Mesir sama-sama memiliki peluang sepanjang sisa waktu normal hingga babak tambahan. Kiper Australia Patrick Beach beberapa kali menjadi penyelamat timnya, termasuk menggagalkan sundulan Ramy Rabia di masa injury time serta sejumlah peluang Mohamed Salah.Skor 1-1 bertahan hingga 120 menit sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.Pada babak adu penalti, Mohamed Salah menunjukkan kualitas sekaligus ketenangannya sebagai kapten tim.Penyerang berusia 34 tahun itu membuka eksekusi Mesir dengan tendangan Panenka yang sukses mengecoh kiper pengganti Australia, Mathew Ryan. Mahmoud Saber, Ramy Rabia, dan Hossam Abdelmaguid kemudian menyempurnakan kemenangan Mesir.Sebaliknya, Australia gagal memanfaatkan kesempatan. Harry Souttar melepaskan tendangan melambung, sedangkan Lucas Herrington yang baru berusia 18 tahun menghantam mistar gawang. Mesir pun menang 4-2 dalam adu penalti.Keputusan Australia mengganti kiper tepat sebelum adu penalti juga menjadi sorotan. Pelatih Tony Popovic menarik Patrick Beach dan memasukkan Mathew Ryan yang lebih berpengalaman dengan harapan mampu menjadi pembeda.Popovic menjelaskan alasan pergantian tersebut."Kalau melihat hasil akhirnya memang tidak berhasil sehingga banyak orang akan mempertanyakannya. Tetapi Maty adalah penjaga gawang yang berpengalaman. Saya melihat rekam jejaknya dalam menyelamatkan penalti, sementara Patrick masih sangat baru, baik di tim nasional maupun di level klub," ujar Popovic."Saya merasa pengalaman Maty bisa menjadi pembeda. Pada akhirnya memang tidak berjalan sesuai harapan, tetapi bukan karena kemampuan Maty. Para pemain Mesir memang mengeksekusi penalti dengan sangat baik."Sementara itu, Patrick Beach mengaku dirinya juga tidak mengetahui rencana pergantian tersebut."Saya juga baru tahu bersamaan dengan kalian. Itu keputusan tim pelatih. Tugas kami adalah melakukan apa pun yang terbaik untuk tim," kata Beach kepada wartawan.Usai pertandingan, Mohamed Salah tidak mampu menahan emosinya. Air mata kebahagiaan mengalir saat Mesir akhirnya memenangi pertandingan fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya.Salah mengaku sengaja mengambil risiko dengan melakukan tendangan Panenka demi memberi kepercayaan diri kepada rekan-rekannya."Saya memutuskannya pada detik terakhir. Saya tidak tahu apakah ini Piala Dunia terakhir saya, jadi saya harus melakukannya," ujar Salah.Mantan penyerang Liverpool itu mengatakan kemenangan tersebut merupakan momen paling bersejarah bagi sepak bola Mesir."Ini adalah sejarah. Sebelum pertandingan saya mengatakan kepada para pemain bahwa ini adalah panggung terbesar yang akan mereka mainkan sepanjang hidup. Nikmati pertandingan ini dan jangan biarkan tekanan menguasai kalian."Sebelumnya, Salah juga mengatakan dirinya ingin menjadi contoh bagi para pemain yang lebih muda."Kalau ada yang akan melakukannya, ya saya. Saya lebih berpengalaman daripada pemain lain dan ingin memberi mereka kepercayaan diri."Keberhasilan ini juga menjadi tonggak penting bagi sepak bola Afrika. Bersama Maroko, Mesir menjadi negara Afrika kedua yang sukses memenangi pertandingan fase gugur pada Piala Dunia 2026.Kini, tantangan yang lebih besar telah menanti. Di babak 16 besar, Mesir akan menghadapi Argentina yang dipimpin Lionel Messi, sang juara bertahan sekaligus salah satu kandidat terkuat untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia.

Sumber: Nusa Bali Musik

a
admin⏱ 4 menit baca

admin adalah kontributor di Lurusin. Artikel ini diterbitkan pada 04 July 2026.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!