Friday, 03 July 2026
HOMECARI
Nasional

FPP UNP Diseminasikan Hasil Pengabdian Penguatan UMKM Busana Berbasis Kearifan Lokal di Harau Limapuluh Kota

admin — 03 July 2026, 09:59
FPP UNP Diseminasikan Hasil Pengabdian Penguatan UMKM Busana Berbasis Kearifan Lokal di Harau Limapuluh Kota

Padang – Setelah sukses mendampingi pelaku UMKM busana yang berbasis kearifan lokal di Nagari Lubuak Batingkok, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Universitas Negeri Padang (UNP) melalui tim pengabdian kepada masyarakat dosen Fakultas Pariwisata dan Perhotelan (FPP) mendorong agar hasil pengabdian kepada masyarakat tersebut dapat diimplementasikan lebih luas, khususnya melalui kebijakan pemerintah dalam pelestarian dan penggunaan baju kurung basiba.

Program pengabdian tersebut dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Negeri Padang yang diketuai Prof. Dra. Ernawati, M.Pd., Ph.D., dengan anggota Prof. Dr. Agusti Efi, M.A., Hazevi Atila Yazel Aze, M.Pd., Hadiastuti, S.Pd., M.Pd., Elviza Yeni Putri, M.Pd., dan Nadjma. Kegiatan merupakan bagian dari Program EQUITY THE Impact Ranking (IR) UNP yang didukung oleh LPDP.

Upaya tersebut disampaikan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Diseminasi Hasil Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk Penguatan UMKM Busana Berbasis Kearifan Lokal untuk Mendukung Ekonomi Kreatif dan Pembangunan Berkelanjutan di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota yang digelar di Mandeh Meeting Room, Premier Basko Hotel Padang, Kamis (2/7/2026).

Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dra. Ernawati, M.Pd., Ph.D., mengatakan program pengabdian telah dilaksanakan pada 9–10 Agustus 2025 dengan sasaran pelaku UMKM bidang busana, penjahit atau modiste, kelompok perempuan, Bundo Kanduang, serta pemudi yang memiliki usaha maupun minat dalam pengembangan busana tradisional dan busana muslimah.

Selama kegiatan, tim pengabdian memberikan pelatihan dan pendampingan mulai dari desain busana, teknik pengambilan ukuran, pembuatan pola, teknik menjahit baju kurung basiba dan busana muslimah, hingga pengelolaan usaha. Hasilnya, peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan sehingga mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Pengabdian ini sudah kami laksanakan di Kecamatan Harau. Melalui kegiatan diseminasi ini kami ingin mendorong agar hasilnya dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah, sehingga penggunaan baju kurung basiba tidak hanya berkembang di masyarakat, tetapi juga semakin diimplementasikan di lingkungan pemerintahan sebagai bagian dari pelestarian budaya Minangkabau,” ujar Ernawati.

Ia menambahkan, selain meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, program tersebut juga berhasil memperkuat kerja sama antara UNP, pemerintah nagari, dan masyarakat dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Untuk memperluas dampak program, UNP kemudian menyelenggarakan diseminasi hasil pengabdian yang mempertemukan akademisi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan. 

Direktur Kerja Sama, Reputasi, dan Internasional UNP, yang diwakili Kasubdit Layanan Internasional Desvalini Anwar, S.S., M.Hum., Ph.D. saat membuka kegiatan berharap hasil pengabdian yang telah dilakukan dapat menjadi bahan masukan dalam penyusunan kebijakan sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam pelestarian budaya serta pengembangan UMKM.

Diseminasi ini menghadirkan narasumber dari berbagai instansi, di antaranya Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sumatera Barat, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sumatera Barat, serta akademisi dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Forum tersebut menghasilkan berbagai rekomendasi untuk memperkuat pelestarian baju kurung basiba sekaligus mendorong implementasinya di lingkungan pemerintahan, pendidikan, dan masyarakat.

SDGs: Kegiatan ini mendukung SDG 4 – Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas masyarakat, SDG 8 – Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan UMKM berbasis budaya lokal, SDG 11 – Sustainable Cities and Communities (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui pelestarian warisan budaya Minangkabau, serta SDG 17 – Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat. (Utr/Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis).

Sumber: Universitas Negeri Padang

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!