Friday, 03 July 2026
HOMECARI
Nasional

Test Drive BYD M6 DM : Bukan Sekadar Irit, Tapi Nyaman Untuk Harian

admin — 03 July 2026, 09:57
Test Drive BYD M6 DM : Bukan Sekadar Irit, Tapi Nyaman Untuk Harian

Teknologi plug-in hybrid mulai menjadi pilihan menarik bagi konsumen Indonesia yang ingin menikmati sensasi mobil listrik tanpa perlu khawatir soal jarak tempuh. Lewat BYD M6 DM Media Challenge di Surabaya, BYD mengajak media membuktikan langsung bagaimana teknologi Dual Mode (DM) bekerja di kondisi penggunaan nyata, mulai dari jalan perkotaan, tol, hingga jalur menuju dataran tinggi. Event ini sendiri merupakan rangkaian Media Challenge keempat setelah Jakarta, Medan, dan Semarang.

Rute yang disiapkan cukup merepresentasikan mobilitas masyarakat Jawa Timur. Perjalanan dimulai dari kawasan Kenjeran lebih tepatnya di dealer BYD Arista Kenjeran menuju Driving Range Taman Dayu melalui jalan perkotaan dan Tol Waru, dilanjutkan menuju BiCoffee MERR, kemudian kembali melintasi berbagai ruas jalan di pusat Kota Surabaya sebelum finis di SPBU kawasan MERR. Total jarak yang ditempuh mencapai sekitar 146 kilometer.

Mesin Nyaris Tak Terasa Menyala

Selama perjalanan, kesan pertama yang langsung terasa adalah karakter berkendara khas mobil listrik. Tarikan pedal gas terasa responsif dengan torsi instan yang cukup meyakinkan saat melakukan akselerasi maupun menyalip kendaraan di jalan tol.

Menariknya, ketika baterai mulai berkurang dan sistem Range Extender (Series Hybrid) mulai menghidupkan mesin bensin, proses perpindahannya berlangsung sangat halus. Tidak ada hentakan ataupun getaran yang mengganggu. Bahkan di kecepatan tinggi, satu-satunya tanda mesin mulai bekerja hanyalah suara mesin yang tiba-tiba terdengar pada putaran yang sudah cukup tinggi. Starter mesin nyaris tidak terasa dari balik kabin.

Karakter suspensinya cenderung stiff, namun masih berada di taraf nyaman. Mobil terasa cukup solid ketika melintasi jalan bergelombang tanpa memberikan bantingan yang terlalu keras kepada penumpang. Handling juga menjadi salah satu nilai positifnya. Body roll relatif minim sehingga mobil tetap terasa stabil saat diajak bermanuver.

Hal tersebut juga terasa saat peserta menjalani sesi slalom dan U-turn challenge di kawasan BiCoffee MERR. Respons arah mobil cukup tajam dan mudah dikendalikan. Meski begitu, feedback dari setir masih terasa sedikit hambar sehingga sensasi komunikasi antara roda depan dan pengemudi belum terlalu kuat.

Satu catatan datang dari karakter pengereman. Pada awal injakan, respons rem terasa sedikit lambat. Namun ketika tekanan pedal ditambah sedikit saja, daya pengeremannya langsung meningkat cukup signifikan sehingga membutuhkan sedikit adaptasi agar pengereman terasa lebih halus.

Efisiensi Jadi Nilai Jual Utama

Selain menguji karakter berkendara, Media Challenge ini juga menjadi pembuktian efisiensi teknologi Dual Mode milik BYD. Selama perjalanan sejauh 145,8 kilometer, unit yang digunakan hanya membutuhkan pengisian Pertamax sebanyak Rp21.938 atau sekitar 1,35 liter. Menariknya lagi, baterai kendaraan masih menyisakan sekitar 22 persen di akhir perjalanan.

Hasil tersebut diraih meski pengaturan regenerative braking berada di level High dan gaya berkendaranya tidak sepenuhnya mengutamakan eco driving. Bahkan dalam beberapa kesempatan mobil sempat dipacu pada kecepatan tinggi di jalan tol.

Dari pengalaman tersebut, BYD M6 DM menunjukkan bahwa teknologi Dual Mode memang mampu menghadirkan keseimbangan antara performa, kenyamanan, dan efisiensi. Pengemudi tetap mendapatkan sensasi berkendara yang responsif layaknya mobil listrik, namun tanpa dibayangi kekhawatiran kehabisan daya saat harus menempuh perjalanan antarkota. Jadi, bagaimana menurut kalian?

The post Test Drive BYD M6 DM : Bukan Sekadar Irit, Tapi Nyaman Untuk Harian first appeared on AutonetMagz :: Review Mobil dan Motor Baru Indonesia.

Sumber: Autonetmagz.com

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!