Aiptu JES Dibegal saat Bekerja Sebagai Pengemudi Ojek di Palembang

PALEMBANG — Seorang personel aktif di bidang kesehatan jajaran Polda Sumatera Selatan menjadi korban aksi perampasan bersenjata saat sedang mengemudikan sepeda motor sebagai pekerjaan tambahan. Korb...

Aiptu JES Dibegal saat Bekerja Sebagai Pengemudi Ojek di Palembang

PALEMBANG — Seorang personel aktif di bidang kesehatan jajaran Polda Sumatera Selatan menjadi korban aksi perampasan bersenjata saat sedang mengemudikan sepeda motor sebagai pekerjaan tambahan. Korban yang diidentifikasi sebagai Aiptu JES dilaporkan dihadang oleh sekelompok pria di wilayah Palembang pada malam hari. Peristiwa tersebut menggembarkan setelah diketahui bahwa pelaku yang berhasil diamankan merupakan tiga orang dengan ikatan keluarga, terdiri dari seorang ayah, anak kandungnya, serta calon menantu laki-laki.

Kejadian bermula ketika korban sedang menunggu orderan di salah satu sudut jalan protokol. Dua orang yang mengendarai sepeda motor mendekati dan mengajukan diri sebagai calon penumpang. Korban yang tidak curiga kemudian menyetujui untuk mengantar mereka menuju alamat yang diminta. Namun, rute yang ditempuh justru mengarah ke kawasan yang relatif sepi dan minim penerangan jalan.

Kronologi Saat Kejadian

Sesampainya di lokasi yang telah ditentukan, korban langsung dihadang oleh beberapa pria yang telah bersiap mengincar dari kejauhan. Tanpa basa-basi, para pelaku mengancam Aiptu JES dengan senjata tajam dan menyuruhnya menyerahkan sepeda motor serta seluruh barang berharga yang dimiliki. Dalam posisi terjepit dan outnumbered, korban memutuskan untuk tidak melawan demi keselamatan jiwa.

Setelah berhasil menguasai kendaraan dan mengamankan uang tunai serta ponsel milik korban, para pelaku melarikan diri dengan cepat ke arah yang tidak diketahui. Aiptu JES kemudian melaporkan kejadian tersebut ke unit kepolisian terdekat untuk memperoleh pertolongan pertama sekaligus memulai proses penyelidikan lebih lanjut. Dari laporan tersebut, tim penyidik langsung melakukan pengejaran dan pengumpulan bukti di lokasi kejadian.

Profil Korban dan Aktivitas Sampingan

Aiptu JES merupakan anggota Biddokes Polda Sumsel yang masih aktif bertugas. Di luar jam dinasnya, ia memilih untuk bekerja sebagai pengemudi ojek konvensional maupun daring untuk menambah pemasukan keluarga. Aktivitas sampingan tersebut telah rutin dilakukannya di sekitar tempat tinggalnya dengan menggunakan sepeda motor pribadi yang menjadi satu-satunya alat transportasi sekaligus modal usaha.

Pilihan korban untuk bekerja sebagai ojek tidak serta-merta membuatnya kebal dari ancaman kriminalitas di jalanan. Justru profil pengemudi ojek kerap menjadi sasaran empuk bagi pelaku kejahatan jalanan yang memanfaatkan situasi malam hari, lokasi sepi, serta keterbatasan ruang gerak korban saat berada di atas kendaraan roda dua. Dalam kasus ini, korban sama sekali tidak menduga bahwa orderan yang diterimanya justru merupakan jebakan yang telah dirancang secara matang.

Identitas Pelaku yang Berhasil Diamankan

Dalam waktu yang relatif singkat, tim penyidik berhasil mengungkap jaringan pelaku yang terlibat dalam aksi begal tersebut. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa perampasan dilakukan oleh tiga orang yang memiliki hubungan kekerabatan. Tersangka utama merupakan seorang ayah yang diduga menjadi otak pelaksanaan, dibantu oleh putranya sendiri serta calon menantu laki-laki yang rencananya akan segera melangsungkan pernikahan.

Ketiga pelaku kemudian diamankan di berbagai lokasi setelah petugas melakukan penggeledahan dan penyisiran intensif. Dari tangan mereka, barang bukti berupa sepeda motor milik korban, sejumlah uang tunai, dan ponsel berhasil disita sebagai barang bukti. Penyidik juga mengungkap bahwa modus operandi yang digunakan adalah pura-pura menjadi penumpang untuk membawa korban ke lokasi yang telah disepakati, tempat para pelaku lain sudah bersiap untuk melancarkan aksi.

Tindak Lanjut dan Proses Hukum

Saat ini ketiga tersangka sudah berstatus sebagai terdakwa dalam proses penyidikan kasus pencurian dengan kekerasan atau begal. Mereka dijerat dengan pasal yang mengancam hukuman penjara dalam jangka waktu lama. Polisi terus mendalami kemungkinan keterlibatan para pelaku dalam aksi serupa yang sebelumnya terjadi di wilayah Palembang dan sekitarnya.

Sementara itu, Aiptu JES mengalami trauma ringan akibat ancaman yang dilancarkan selama peristiwa. Pihak Biddokes Polda Sumsel memberikan pendampingan psikologis dan memastikan korban mendapatkan perawatan yang diperlukan. Kasus ini juga menjadi peringatan bagi pengemudi ojek di seluruh wilayah agar lebih waspada terhadap calon penumpang yang menunjukkan perilaku mencurigakan, terutama saat memasuki kawasan yang sepi dan minim pengawasan pada malam hari.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
ramadiansyah

Editor Investigasi. Pemenang penghargaan jurnalisme investigasi. Spesialisasi: korupsi, kolusi, dan maladministrasi.

Comments (0)

User