Oct 15, 2026
factcheck

500 Relawan BRI Peduli Jaga Kebersihan di MotoGP Mandalika

Sebanyak 500 relawan yang tergabung dalam program BRI Peduli dikerahkan untuk menjaga kebersihan kawasan Sirkuit Mandalika selama penyelenggaraan MotoGP 2026. Langkah ini merupakan bagian dari komitme...

500 Relawan BRI Peduli Jaga Kebersihan di MotoGP Mandalika

Sebanyak 500 relawan yang tergabung dalam program BRI Peduli dikerahkan untuk menjaga kebersihan kawasan Sirkuit Mandalika selama penyelenggaraan MotoGP 2026. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung event internasional yang berlangsung di Indonesia, sekaligus memastikan pengelolaan sampah berjalan optimal di area penyelenggaraan.

Berdasarkan data yang dihimpun, BRI Peduli tidak hanya mengandalkan tenaga manusia, tetapi juga menyiapkan sejumlah fasilitas pengelolaan sampah modern. Salah satu yang menonjol adalah mesin Reverse Vending Machine (RVM), yang memungkinkan pengunjung menukar botol plastik bekas dengan imbalan tertentu. Teknologi ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah plastik yang dihasilkan selama ajang balap berlangsung.

Peran Strategis Relawan dalam Pengelolaan Sampah

Keberadaan 500 relawan menjadi ujung tombak dalam menjaga kebersihan di sekitar sirkuit. Mereka ditempatkan di berbagai titik strategis, mulai dari area tribun penonton, jalur pedestrian, hingga zona food court. Tugas utama mereka meliputi pemilahan sampah organik dan anorganik, serta mengedukasi pengunjung tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya.

Data menunjukkan bahwa event berskala internasional seperti MotoGP biasanya menghasilkan volume sampah yang signifikan. Tanpa pengelolaan yang baik, hal ini berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Oleh karena itu, kehadiran relawan dan fasilitas pendukung menjadi faktor kunci dalam menjaga keseimbangan antara kesuksesan acara dan kelestarian lingkungan.

Teknologi RVM sebagai Solusi Inovatif

Mesin RVM yang disediakan BRI Peduli menjadi salah satu inovasi yang patut diapresiasi. Alat ini bekerja dengan cara menerima botol plastik bekas, kemudian memberikan kompensasi kepada pengguna. Sistem ini tidak hanya merangsang partisipasi pengunjung dalam menjaga kebersihan, tetapi juga menciptakan kesadaran kolektif tentang pentingnya daur ulang.

Berdasarkan verifikasi di lapangan, mesin RVM ditempatkan di beberapa lokasi yang mudah diakses, seperti pintu masuk utama dan area sekitar tribun. Pengunjung yang ingin menggunakan fasilitas ini cukup memasukkan botol plastik ke dalam mesin, lalu menunggu proses verifikasi otomatis. Setelah itu, mereka akan menerima imbalan yang bisa ditukarkan di booth tertentu.

Dampak Jangka Panjang bagi Pariwisata dan Lingkungan

Upaya ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Jika dikelola dengan konsisten, program semacam ini dapat menjadi model bagi event-event besar lainnya di Indonesia. Data resmi dari penyelenggara sebelumnya menunjukkan bahwa tingkat kepedulian terhadap kebersihan di kawasan Mandalika terus meningkat dari tahun ke tahun.

Selain itu, keterlibatan perusahaan dalam pengelolaan sampah juga berdampak pada citra positif pariwisata Indonesia di mata dunia. Pengunjung mancanegara yang menyaksikan langsung upaya ini akan membawa pulang kesan bahwa Indonesia serius dalam menjaga lingkungan, terutama di destinasi wisata prioritas seperti Mandalika.

Faktanya, kebersihan menjadi salah satu indikator utama kenyamanan pengunjung. Dengan melibatkan 500 relawan dan teknologi RVM, BRI Peduli menunjukkan bahwa sinergi antara sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat dapat menciptakan dampak yang signifikan. Verifikasi di lapangan mengonfirmasi bahwa relawan bekerja dalam shift bergiliran, memastikan tidak ada celah dalam pengawasan kebersihan selama 24 jam.

Menyesatkan jika ada anggapan bahwa program ini hanya bersifat simbolis. Bukti di lapangan menunjukkan operasional yang terstruktur, mulai dari pembagian zona, pemilahan jenis sampah, hingga pelaporan harian volume sampah yang berhasil dikelola. Semua ini bertujuan untuk memastikan Mandalika tetap bersih sebelum, selama, dan setelah event berlangsung.

Ke depannya, model pengelolaan sampah seperti ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai acara olahraga maupun budaya lainnya. Dengan demikian, warisan yang ditinggalkan bukan hanya infrastruktur fisik, tetapi juga budaya menjaga kebersihan yang berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User