10 Baju Adat Pria Simple untuk Upacara HUT RI

Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, tradisi mengenakan pakaian adat pada upacara bendera kembali menjadi perhatian luas. Sejumlah instansi pemerintah, sekolah, hingga k...

10 Baju Adat Pria Simple untuk Upacara HUT RI

Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, tradisi mengenakan pakaian adat pada upacara bendera kembali menjadi perhatian luas. Sejumlah instansi pemerintah, sekolah, hingga kantor swasta mengimbau peserta upacara tampil dengan busana khas daerah masing-masing. Bagi laki-laki, pilihan pakaian adat yang praktis dan tidak rumit kerap menjadi pertimbangan utama, terutama bagi mereka yang baru pertama kali ikut serta dalam upacara 17 Agustus.

Kebutuhan akan busana yang sederhana ini lahir dari berbagai alasan. Mulai dari keterbatasan waktu mempersiapkan diri, ketersediaan pakaian di pasaran, hingga kenyamanan saat berdiri lama mengikuti jalannya upacara. Kabar baiknya, hampir setiap daerah memiliki ragam pakaian adat pria yang relatif ringkas dipakai tanpa kehilangan makna budaya yang melekat di dalamnya.

Pakaian Adat yang Mudah Dipadukan

Berikut sejumlah pilihan pakaian adat laki-laki yang tergolong sederhana dan kerap digunakan dalam upacara kemerdekaan di berbagai wilayah Indonesia.

Teluk Belanga menjadi wakil busana Melayu yang populer di Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat. Ciri khasnya berupa kemeja lengan panjang dengan jahitan lurus di bagian leher tanpa kerah menonjol. Cukup dipadukan celana hitam, kain samping, dan peci, pakaian ini langsung memberi kesan resmi bagi pemakainya.

Beskap berasal dari tradisi Jawa dan kerap dipakai pria dalam acara resmi. Bentuknya menyerupai jas tanpa kerah dengan warna gelap, biasanya dipadukan kain batik di bagian bawah dan blangkon di kepala. Untuk kebutuhan upacara, cukup memakai beskap, batik, dan blangkon tanpa perlengkapan tambahan yang merepotkan.

Surjan merupakan kemeja khas Yogyakarta dan Surakarta yang bermotif garis-garis lurik. Dibandingkan beskap, surjan terkesan lebih santai namun tetap sopan. Paduan sederhananya adalah surjan dengan celana bahan hitam atau kain jarik, sehingga cocok untuk upacara di lingkungan yang tidak terlalu formal.

Pangsi adalah busana khas Sunda yang populer di Jawa Barat dan Banten. Seluruh setelan berwarna hitam, terdiri dari atasan longgar, celana longgar, dan ikat kepala yang disebut iket. Karena hanya mengandalkan satu warna dan tanpa aksesori rumit, pangsi termasuk pilihan paling praktis bagi peserta upacara.

Baju Betawi dari Jakarta sangat mudah ditemukan menjelang perayaan Agustusan. Modelnya berupa koko putih atau berwarna cerah dengan peci hitam dan celana bahan gelap. Kesederhanaan inilah yang membuat baju khas Betawi menjadi favorit peserta upacara di berbagai kalangan usia.

Pakaian adat Bali untuk pria terdiri atas kamen, saput, umpal, dan udeng. Meski tampak berlapis, pemakaiannya terbilang ringkas karena seluruh komponen tersedia dalam satu set. Dengan mengenakan kamen dan udeng saja, kesan khas Pulau Dewata sudah terlihat jelas pada penampilan peserta.

Baju adat Minangkabau identik dengan setelan hitam, yaitu baju guntiang cino berlengan panjang dan celana hitam, dilengkapi peci atau destar. Tidak diperlukan banyak aksesori tambahan, sehingga peserta upacara cukup menyiapkan satu set lengkap dan tampil rapi tanpa persiapan berlebihan.

Pakaian adat Batak menonjolkan kain ulos yang disampirkan di bahu. Cara termudah adalah mengenakan kemeja polos, celana hitam, lalu mengalungkan ulos sebagai penutup bahu. Dengan langkah sederhana ini, nuansa khas Sumatera Utara langsung muncul tanpa memerlukan busana khusus yang berat.

Baju tutu dari Bugis-Makassar, Sulawesi Selatan, berbentuk jas dengan kerah tinggi dan warna putih atau gelap. Pemakaiannya mirip jas biasa sehingga mudah bagi peserta yang belum terbiasa dengan busana adat. Lengkapi penampilan dengan songkok untuk memperkuat kesan resmi saat upacara.

Baju cele khas Maluku dan Ambon berupa kemeja merah bermotif dengan celana putih. Kombinasi dua warna yang sederhana ini sangat mudah dikenali dan banyak tersedia di pasar menjelang 17 Agustus. Pilihan yang praktis bagi peserta yang menginginkan tampilan mencolok namun tetap ringkas.

Tips Memilih Busana Adat untuk Upacara

Sebelum memutuskan pilihan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, sesuaikan pakaian dengan daerah tempat upacara digelar agar selaras dengan identitas budaya setempat. Kedua, pastikan ukuran pas dan bahan nyaman, karena peserta umumnya berdiri cukup lama selama jalannya upacara. Ketiga, siapkan pakaian lebih awal karena permintaan cenderung meningkat menjelang perayaan.

Pada akhirnya, esensi mengenakan pakaian adat saat upacara kemerdekaan adalah bentuk penghormatan terhadap keberagaman bangsa. Pakaian yang sederhana tidak mengurangi makna tersebut selama dikenakan dengan penuh kesadaran. Dengan persiapan yang matang, setiap pria dapat tampil khidmat dalam momen bersejarah peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User